Pelatih Chelsea FC, Enzo Maresca (Dok. Chelseafc.com)
JawaPos.com - Sebagai orang Italia, Enzo Maresca turut buka suara dengan performa tim nasional negaranya tersebut. Menurutnya, sepak bola Italia mulai tertinggal yang terlihat dari final Liga Champions antara Inter Milan melawan Paris Saint-Germain.
Pada laga final tersebut, PSG menunjukkan dominasi tim muda dan kehebatan Luis Enrique dalam meracik strategi permainan.
"Final Liga Champions menunjukkan dominasi tim muda, yang mampu memainkan sepak bola teknis hebat yang diekspresikan dengan tempo, energi, bakat menekan dan menyerang yang luar biasa. Luis Enrique telah membangun PSG yang spektakuler dan, dengan cara saya sendiri, saya mencoba melakukan hal yang sama di Chelsea," ucap Enzo Maresca kepada Corriere della Sera.
Sementara di sepak bola Italia, mereka masih kesulitan untuk memainkan pemain muda. "Italia mereka masih menganggap pengalaman lah yang membuat Anda menang. Itu adalah pilihan budaya, yang berarti Anda pasti akan kehilangan energi. Sepak bola Italia kesulitan mengimbangi tempo gaya lain (karena tidak memainkan pemain muda)," lanjut Enzo Maresca.
Hal tersebut terlihat dari beberapa klub di Liga Italia yang tidak memberikan menit bermain ke pemain muda. "Tentu saja, tim nasional mencerminkan kinerja klub, jadi bagaimana Anda bisa menurunkan usia rata-rata pemain dalam skuad jika pemain mudanya tidak bermain?" tutur Maresca.
Di sisi lain, Maresca mencoba untuk bermain dengan pemain muda di skuad Chelsea musim ini. "Chelsea menghabiskan uang untuk membangun skuad yang berisi pemain-pemain muda berbakat, tetapi itu tidak menghentikan kami untuk memecahkan rekor pemain akademi yang dipromosikan ke skuad senior. Kami percaya pada mereka semua," ujar pelatih 45 tahun tersebut.
Tim nasional Italia hanya meraih satu kemenangan di Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Eropa, saat berhasil mengalahkan Moldova. Sebelumnya, mereka juga harus dikalahkan Norwegia dengan skor 3-0 yang membuat Luciano Spalletti memutuskan hengkang sebagai pelatih Timnas Italia.
Kegagalan mereka sudah terlihat saat ajang Piala Eropa 2024. Sebagai tim juara bertahan, Timnas Italia hanya meraih satu kemenangan di babak penyisihan grup. Di babak 16 besar, Gli Azzurri juga harus kalah dari Swiss.

Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
