Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 9 Juni 2025 | 19.50 WIB

Luis de la Fuente Jelaskan Alasan Menarik Lamine Yamal Sebelum Adu Penalti: Terlalu Muda untuk Beban Sebesar Ini

Lamine Yamal melakukan psywar kepada Ousmane Dembele. Sumber foto: (Dok. UEFA)

 

JawaPos.com - Spanyol sebenarnya tampil dominan di babak pertama dan sebagian besar babak kedua final UEFA Nations League 2025. Namun, Portugal berhasil membalikkan keadaan dengan menutup ruang gerak lini tengah La Roja. Di balik kesuksesan itu, nama Nuno Mendes mencuat sebagai pemain paling menonjol berkat performa solidnya dalam meredam serangan sayap Spanyol.

Salah satu keputusan yang paling banyak disorot dalam laga ini adalah ketika pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, menarik keluar bintang muda Lamine Yamal sebelum adu penalti.

Pelatih Luis de la Fuente menjelaskan bahwa sang pemain kelelahan dan perlu diatur beban bermainnya agar tim tetap bugar.

"Dia kelelahan karena musim yang sangat berat, usianya baru 17 tahun. Kami ingin menyegarkan permainan dengan menghadirkan energi baru," ujar De la Fuente.

Yamal memang menjalani laga yang cukup berat di laga final ini. Harapan publik Spanyol sangat tinggi. Mereka ingin sang pemain muda mencetak gol atau setidaknya memberi assist. Namun kenyataannya, Yamal gagal tampil bersinar.

Selama 105 menit bermain, ia hanya melepaskan dua tembakan tepat sasaran dan hanya menyelesaikan 21 dari 44 umpan progresif yang ia coba bangun.

Walau tak tampil buruk, perannya dalam penyerangan dinilai terbatas. Beberapa penggemar bahkan menyebut penampilannya seperti hantu, karena nyaris tak terlihat berpengaruh dalam momen-momen krusial pertandingan. Kritik di media sosial pun bermunculan, menggambarkan beban ekspektasi yang begitu berat untuk pemain seusianya.

Cristiano Ronaldo bahkan sempat memberikan peringatan terkait hal ini. Dalam pernyataannya sebelum pertandingan, Ronaldo menekankan bahwa pemain muda seperti Yamal harus diberi kebebasan bermain tanpa tekanan yang berlebihan.

"Dia butuh kebebasan untuk bermain. Jangan bebani dia dengan harapan yang terlalu besar," ucap Ronaldo.

Usia 17 tahun dan sudah diposisikan sebagai pemimpin masa depan tim nasional bukanlah hal mudah. Meski punya talenta luar biasa, Yamal adalah pemain termuda dan paling minim pengalaman di skuad La Roja saat ini. Final kontra Portugal bisa jadi pelajaran berharga, bahwa bakat perlu didampingi waktu, bukan hanya ekspektasi.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore