
Julian Alvarez sedang mengontrol bola. (@juliaanalvarez/Instagram)
JawaPos.com - Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional (IFAB) resmi memperjelas interpretasi aturan penalti (Law 14) setelah insiden kontroversial yang melibatkan pemain Atletico Madrid, Julian Alvarez, dalam laga Liga Champions melawan Real Madrid pada Maret 2025.
Keputusan ini mulai berlaku dalam pertandingan resmi UEFA per Kamis (5/6), termasuk laga semifinal UEFA Nations League antara Jerman dan Portugal.
Dilansir dari AP News pada Rabu (4/6), klarifikasi ini dilakukan menyusul kejadian Alvarez secara tidak sengaja menyentuh bola dua kali saat mengeksekusi penalti.
Ia terpeleset, menyebabkan bola mengenai kaki kirinya sebelum masuk ke gawang Thibaut Courtois. Meski sempat dianggap sah, gol tersebut dianulir lewat tinjauan VAR dan Atletico akhirnya tersingkir.
Dalam pernyataannya, IFAB mengakui bahwa insiden seperti ini memang jarang terjadi dan aturan sebelumnya dinilai terlalu kabur.
“Situasi ini jarang terjadi dan tidak secara eksplisit diatur dalam Law 14. Sehingga dapat dipahami jika wasit cenderung menghukum penendang,” tulis IFAB dalam surat edarannya dikutip dari AP News.
Sebelumnya, Law 14 menyatakan penendang tidak boleh menyentuh bola lagi sampai bola tersebut telah menyentuh pemain lain.
Namun, aturan ini tidak secara gamblang membedakan antara sentuhan ganda yang disengaja dan yang tidak disengaja.
Akibatnya, dalam kasus seperti insiden Alvarez yang tergelincir dan secara tidak sengaja menyentuh bola dua kali, wasit cenderung menghukum penendang, meskipun tidak ada niat untuk mendapatkan keuntungan.
Dengan perubahan kebijakan ini, penalti yang menghasilkan gol setelah sentuhan ganda tidak disengaja kini harus diulang, bukan langsung dianggap tidak sah.
Namun, jika bola tidak masuk gawang, penalti tetap dinilai gagal dan tidak akan diulang. Dalam pertandingan waktu normal atau tambahan, pelanggaran ini akan menghasilkan tendangan bebas untuk tim lawan.
Perubahan aturan ini akan berlaku juga dalam ajang Piala Dunia Antarklub yang akan digelar mulai 14 Juni di Amerika Serikat, di mana Atletico Madrid juga turut ambil bagian.
Sebagai informasi, IFAB terdiri atas perwakilan FIFA dan empat federasi sepak bola Inggris. Dibutuhkan enam dari delapan suara yang tersedia untuk mengesahkan perubahan aturan.
Langkah ini disambut baik oleh banyak kalangan karena dinilai memberikan keadilan dalam situasi tak terduga seperti yang dialami Alvarez. Dengan aturan yang lebih jelas, diharapkan kontroversi serupa tidak kembali terulang di masa depan.

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
