
Bek Inter Milan Francesco Acerbi. (X/@Inter)
JawaPos.com - Bek Inter Milan, Francesco Acerbi, telah mengundurkan diri dari skuad Italia untuk Kualifikasi Piala Dunia mendatang karena merasa tidak dihargai oleh banyak pihak.
Keputusan tersebut diambil oleh Acerbi setelah kekalahan telak Inter dari Paris Saint-Germain 0-5 di final Liga Champions 2024/2025 di Munich Football Arena, Minggu (1/6) dini hari WIB.
Acerbi tampil sejak menit awal pada laga tersebut, menjadi pemain tertua kelima yang tampil sebagai starter di final Piala Eropa/Liga Champions, dengan usia 37 tahun dan 110 hari.
Sang pemain bertahan belum pernah tampil untuk Timnas Italia sejak November 2023, namun setelah tampil mengesankan untuk Inter pada fase-fase akhir musim ini - termasuk mencetak gol penyeimbang pada kemenangan di leg kedua babak semifinal Champions League atas Barcelona - ia dipanggil kembali ke dalam skuad asuhan Luciano Spalletti.
Namun secara mengejutkan, dalam sebuah unggahan di media sosial, Acerbi mengumumkan keputusannya, bahwa dirinya memutuskan untuk mundur dari skuad Timnas Italia.
"Setelah pertimbangan yang mendalam, saya memberi tahu (Spalletti) hari ini bahwa saya tidak akan menerima panggilan ke tim nasional," ujar Acerbi.
"Ini bukan pilihan yang saya ambil dengan mudah karena mengenakan seragam biru selalu menjadi kehormatan dan kebanggaan bagi saya. Namun, saya merasa bahwa, mengingat kejadian-kejadian baru-baru ini, kondisi untuk melanjutkan jalan ini secara damai tidak ada.
"Saya tidak mencari alibi atau dukungan, saya menuntut rasa hormat. Dan jika rasa hormat itu tidak ada dari mereka yang seharusnya memimpin sebuah kelompok, maka saya lebih memilih untuk menyingkir.
"Saya selalu memberikan segalanya, namun saya tidak tinggal di tempat yang tidak lagi saya inginkan, dan sudah jelas bahwa saya bukan bagian dari proyek ini. Ini adalah keputusan saya, tetapi tidak final dan tidak ditentukan oleh kemarahan, apalagi 'depresi' karena kalah di final Liga Champions, tetapi hanya karena keinginan untuk mundur.”
Acerbi tidak merinci apa yang dimaksud dengan kurangnya rasa hormat tersebut, dan sebelum pernyataan pemain berusia 37 tahun itu dirilis, Spalletti membicarakannya dalam konferensi pers.
“Bagi saya, Acerbi memiliki nilai. Kami tahu dia memiliki beberapa masalah fisik, dia telah dioperasi, saya telah memberikan ruang pada saat itu kepada pemain bertahan lain juga,” kata Spalletti.
Italia berusaha untuk lolos ke Piala Dunia 2026, setelah gagal mencapai salah satu dari dua edisi terakhir turnamen tersebut.
Azzurri memulai kampanye kualifikasi mereka di Grup I pada 6 Juni melawan Norwegia, sebelum menghadapi Moldova tiga hari kemudian.
Sebelumnya, Italia tersingkir di babak perempat final Nations League pada pertandingan terakhir mereka, kalah agregat 5-4 dari Jerman, dan Spalletti ingin memulai upaya mereka untuk mendapatkan tempat di Piala Dunia dengan catatan positif.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Link Live Streaming PSG vs Arsenal Malam Ini Final Liga Champions, Siaran Langsung Jam Berapa dan Tayang di TV Mana?
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
Bicara Kartu Merah: Arema FC Paling Brutal, Semua Perlu Belajar dari Borneo FC!
Berikut 3 Bek yang Dirumorkan Merapat ke Persebaya Surabaya! Ada Yusuf Meilana Hingga Bek Tengah Brasil
Prediksi Final Liga Champions 2026: PSG vs Arsenal, Les Parisiens Diunggulkan, The Gunners Butuh Keajaiban
Persib Bandung Ungkap Penyebab Masuk Daftar Banned FIFA, Bukan Tunggakan Gaji!
