
Mohamed Salah turut gembira dalam perayaan keberhasilan Liverpool menjuarai Premier League. (Dok. Liverpool)
JawaPos.com–Liverpool berhasil memastikan gelar juara Premier League di tangan setelah meraih kemenangan di pertandingan terakhir. Bermain di pekan ke-34, Liverpool menggasak Tottenham Hotspur dengan skor telak 5-1 pada Minggu (27/4) malam.
The Reds sempat tertinggal terlebih dulu lewat gol dari Dominic Solanke. Namun, Liverpool membalas dengan mencetak lima gol melalui Luis Diaz, Alexis MacAllister, Cody Gakpo, dan Mohamed Salah. Satu gol lainnya melalui gol bunuh diri dari Destiny Udogie.
Tambahan tiga poin membuat Liverpool semakin kokoh dan sulit terkejar perolehan poinnya di posisi pertama klasemen sementara. The Reds mengumpulkan 82 poin dari 34 pertandingan. Hasil dari 25 kali menang, 7 kali imbang, dan 2 kali kalah.
Skuad asuhan Arne Slot itu juga jadi tim dengan catatan gol paling banyak dengan total 80 gol. Kemudian, Liverpool jadi tim dengan catatan kebobolan paling sedikit kedua setelah Arsenal. Yaitu sebanyak 32 kali kebobolan di sepanjang musim 2024-25.
Meraih 82 poin membuat Liverpool mustahil untuk bisa dikejar dan memastikan gelar juara Premier League ke dua kalinya berhasil diamankan. Sejak berganti format ke Premier League, Liverpool sudah memenangkan dua edisi yakni pada musim 2019-20 dan musim 2024-25.
Arne Slot yang dipercaya manajemen untuk menggantikan peran Jurgen Klopp mampu menjawab tantangan tersebut. Gelar Premier League di musim perdananya menegaskan ambisi Liverpool untuk terus meraih kemenangan di musim berikutnya.
Setelah memastikan jadi juara Premier League, Liverpool akan menerima penghargaan dalam bentuk tradisi yang sudah berjalan selama bertahun-tahun. Tradisi itu diberi nama Guard of Honour.
Dikutip dari Skysport, Guard of Honour adalah ketika tim yang sudah pasti juara akan disambut dengan tim lawan yang berbaris mengelilingi sambil memberikan tepuk tangan. Tradisi ini dijalankan untuk memberi selamat kepada tim juara dari tim-tim lawan yang menjadi lawan tersisa sebelum musim berakhir.
Tradisi ini sudah lazim dilakukan pada event-event besar sepak bola. Namun, tidak ada peraturan yang mengikat tentang tradisi Guard of Honour.
Tradisi ini juga merupakan bentuk kesepakatan dari kedua pihak tim yang bertanding sehingga tim lawan tidak memiliki kewajiban untuk menjalankan tradisi tersebut. Pemain tim lawan juga tidak bisa dipaksa untuk melakukan tradisi tersebut oleh otoritas sepak bola manapun.
Namun, tim lawan akan melakukan tradisi Guard of Honour semata untuk menjunjung tinggi nilai sportivitas dan saling menghormati untuk tim yang berhasil jadi juara. Liverpool masih memiliki 4 pertandingan sisa yakni melawan Chelsea di Stamford Bridge pada Minggu (4/5), kemudian menjamu Arsenal pada Minggu (11/5).
The Reds berkesempatan untuk mendapat Guard of Honour dari dua tim pesaingnya di klasemen, salah satunya Arsenal. Kemudian, Liverpool akan bertanding ke markas Brighton & Hove Albion pada (20/5) dan terakhir bermain di kandang pada (25/5) menjamu Crystal Palace.
Pesta kemenangan Liverpool menjuarai Premier League akan diselenggarakan di Anfield selepas pertandingan melawan Crystal Palace.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Al-Hilal vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: The Blue Waves Amankan 3 Poin di Kandang!
Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Profil Matheus Lagoa! Legenda dan Kapten Anapolis, Puzzle Terakhir Persebaya Surabaya
Prediksi Skor West Ham vs Wolverhampton, Kemenangan Perdana atau Lanjutkan Tren Positif
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
Breaking News! Persebaya Surabaya Rekrut Kapten Anapolis FC Matheus Lagoa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
