
Pelatih baru Juventus, Igor Tudor telah memimpin sesi latihan tim. Sumber foto: (Dok. Juventus)
JawaPos.com - Juventus bersiap-siap untuk melakukan perubahan taktik dalam beberapa hari ke depan, menyusul kedatangan pelatih baru Igor Tudor menggantikan pelatih sebelumnya, Thiago Motta.
Juventus telah memutuskan untuk memecat Thiago Motta pada hari Minggu (23/3) dalam upaya untuk menghentikan keterpurukan klub yang mengejutkan di pertengahan musim.
Pelatih asal Italia itu diharapkan untuk mengawasi sebuah proyek selama tiga tahun di Allianz Stadium, namun nyatanya dia tidak dapat terhubung dengan para pemain, fans atau bahkan manajemen.
Faktanya, Juventus telah mengalami penurunan yang mengkhawatirkan akhir-akhir ini, seperti yang dibuktikan dengan tersingkirnya mereka dari Liga Champions dan Coppa Italia secara beruntun, serta kekalahan mengejutkan dari Atalanta dan Fiorentina.
Oleh karena itu, Motta yang semakin terisolasi akhirnya dipecat, membuka jalan bagi Tudor dan akan membawa gaya kepelatihannya yang hampir bertolak belakang.
Menurut laporan IlBianconero, Tudor dikabarkan bakal memperkenalkan beberapa perubahan taktik untuk mengubah gaya bermain Juventus lebih garang dan mendapatkan hasil lebih baik.
Pertama-tama, Tudor diprediksi akan meninggalkan formasi 4-2-3-1 dan turunannya yang menjadi favorit Motta, dan memilih formasi yang sangat berbeda. Pelatih berusia 46 tahun ini sering menggunakan tiga pemain di lini belakang, dan ia tidak mungkin membuat pengecualian pada tahap ini.
Pelatih asal Kroasia ini bakal melakukan revolusi taktik yang mirip dengan yang disaksikan setahun lalu saat ia menggantikan Maurizio Sarri di Lazio. Pelatih berusia 46 tahun ini dipastikan akan menerapkan formasi 3-4-2-1 andalannya di Juventus.
Dalam skema tersebut, Tudor disinyalir akan tetap mengandalkan Federico Gatti di salah satu tempat di lini belakang, sementara Pierre Kalulu, Renato Veiga dan Lloyd Kelly akan bersaing untuk memperebutkan dua posisi bek lainnya.
Di sisi sayap, dua nama Andrea Cambiaso dan Timothy Weah diprediksi akan menjadi pilihan yang ideal untuk posisi bek sayap.
Di lini tengah, Tudor akan mencari pemain yang memiliki kekuatan fisik, sesuatu yang dapat dimiliki oleh Manuel Locatelli dan Khephren Thuram, sementara Weston McKennie menjadi opsi alternatif.
Teun Koopmeiners dapat dimainkan sebagai gelandang serang yang mirip dengan formasi Gian Piero Gasperini, namun Kenan Yildiz dan Nico Gonzalez juga dapat menjadi pilihan untuk dua posisi di belakang striker.
Akhirnya, kekaguman Tudor dapat membuat Dusan Vlahovic mempertahankan perannya di lini depan, atau setidaknya mendapatkan kesempatan yang adil untuk membuktikan diri dalam persaingannya dengan Randal Kolo Muani.
Tudor memiliki sembilan pertandingan tersisa di musim 2024/25 untuk membuktikan kapasitasnya dan memberikan hasil positif bagi Juventus. Misi pertama sang pelatih tentu mengejar Bologna yang berada satu poin dan satu posisi di atas mereka, sementara juga harus bersaing dengan Lazio, Roma, Fiorentina, dan AC Milan, yang semuanya berada dalam jarak lima poin di bawah Bianconeri.
Prediksi Line-up Juventus di bawah asuhan Igor Tudor:

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Link Live Streaming PSG vs Arsenal Malam Ini Final Liga Champions, Siaran Langsung Jam Berapa dan Tayang di TV Mana?
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
Bicara Kartu Merah: Arema FC Paling Brutal, Semua Perlu Belajar dari Borneo FC!
Berikut 3 Bek yang Dirumorkan Merapat ke Persebaya Surabaya! Ada Yusuf Meilana Hingga Bek Tengah Brasil
Prediksi Final Liga Champions 2026: PSG vs Arsenal, Les Parisiens Diunggulkan, The Gunners Butuh Keajaiban
Persib Bandung Ungkap Penyebab Masuk Daftar Banned FIFA, Bukan Tunggakan Gaji!
