Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 17 Januari 2025 | 05.31 WIB

Anomali Juventus di Liga Italia: Si Nyonya Tua Sulit Dikalahkan, Namun Tak Ada yang Bisa Dibanggakan

Thiago Motta saat memimpin latihan Juventus. (Juventus)

JawaPos.com - Juventus menorehkan catatan menarik di musim ini. Hingga paruh musim selesai, klub asal Kota Torino itu menjadi satu-satu tim di Liga Italia Musim 2024/2025 yang belum tersentuh kekalahan. Bahkan bila ditarik lebih luas lagi, per 15 Januari 2025, Si Nyonya Tua hanya tersaingi oleh PSG sebagai klub dengan nol kekalahan di lima liga besar Eropa. 

Di luar liga, musim ini Juventus hanya mengantongi dua kekalahan. Satu di Liga Champions saat menghadapi VFB Stuttgart dan AC Milan di babak semifinal Piala Super Italia. Sebuah rekor yang terlihat impresif jika dilihat dengan sekilas. Mengapa demikian?

Sebab torehan tak terkalahkan Juventus di liga menjadi tak berarti begitu melihat posisi Manuel Locatelli dkk di papan klasemen sementara. Hingga pekan ke-20, Juventus masih tertahan di posisi ke-5 dengan koleksi 34 poin, selisih 13 poin dengan Napoli sang pemuncak klasemen.

34 poin tersebut diraih dari hasil 7 kali menang dan 13 kali imbang. Status tim spesialis hasil imbang kembali dikukuhkan oleh Juventus saat bermain sama kuat 1-1 melawan Atalanta, Rabu (15/1) dini hari waktu Indonesia. 

Hasil ini hanya meneruskan catatan minor Juventus yang gemar meraih hasil imbang. Di dua laga sebelumnya, skuad asuhan Thiago Motta juga hanya mampu bermain seri dengan Torino dan Fiorentina. Kemenangan terakhir Juventus diraih di pekan ke-17 saat mengalahkan Monza 1-2.

Bahkan secara berturut-turut dari pekan ke-13 hingga ke-16, Juventus hanya mampu meraih hasil imbang melawan AC Milan, Lecce, Bologna, dan Venezia. Tiga klub terakhir di atas kertas seharusnya bukan lawan yang tak bisa dikalahkan oleh klub berjuluk Kekasih Italia itu.

Tak cukup sampai di situ, torehan 34 poin dari 20 laga Liga Italia menjadi yang terburuk bagi Juventus dalam 14 tahun terakhir. Terakhir kali Juventus meraih hasil yang lebih buruk dari ini adalah Musim 2010/2011 saat masih dilatih oleh Luigi Del Neri.

Kala itu Juventus hanya mampu meraih 31 poin dari 19 pertandingan. Di akhir musim tersebut, Gianluigi Buffon dkk harus puas berada di peringkat ke-7.

Apa yang terjadi di Juventus musim ini memang tampak seperti anomali. Sulit dikalahkan namun bukan berarti bisa dibanggakan. Kritik atas inkonsistensi penampilan Juventus itu juga dilontarkan oleh legenda klub, Alessio Tacchinardi.  

Pasca kekalahan lawan AC Milan, Tacchinardi menilai Juventus di bawah asuhan Thiago Motta tidak mempunyai ambisi kemenangan. Berbeda dengan dirinya saat masih bermain untuk klub hitam putih.

“Saya merasa tim ini (Juventus) tidak punya obsesi untuk menang,” kata Tacchinardi kepada Sport Mediaset yang dikutip dari Football Italia. “Saya dan rekan-rekan setim (di Juventus) terobsesi dengan kemenangan, bahkan (sejak) dalam latihan,” sambungnya.

Tampil Meyakinkan di Awal Musim

Sejatinya penunjukkan Thiago Motta di awal musim diiringi optimisme yang cukup tinggi. Meski tidak dibebani target juara, catatan impresif mantan pemain Inter Milan itu kala mengasuh Bologna di Musim 2023/2024 jadi alasannya. Motta sukses membawa Bologna ke peringkat lima dan tampil di panggung Liga Champions untuk pertama kalinya dalam sejarah klub.

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore