
Pratama Arhan dapat kartu merah dalam laga debutnya bersama Suwon FC. (X/@IDSPORTTV12)
JawaPos.com–Klub dari bek kiri andalan Timnas Indonesia, Suwon FC hanya mampu meraih satu poin saat menghadapi Ulsan Hyundai dalam pertandingan lanjutan K League 1. Di Suwon Civic Stadium pada Jumat (5/7) malam, Suwon FC ditahan imbang Ulsan Hyundai dengan skor akhir 1-1.
Pemain timnas Indonesia, Pratama Arhan, hanya duduk di bangku cadangan karena tidak dimainkan pelatih Kim Eun-Jung. Meski tampil di hadapan pendukung sendiri, Suwon FC bermain cukup agresif di babak pertama.
Namun, penjaga gawang Ulsan Hyundai tampil gemilang dan berhasil menggagalkan serangan-serangan Suwon FC. Skor 0-0 bertahan hingga akhir babak pertama. Di babak kedua, Suwon FC kebobolan ketika Ataru Esaka mencetak gol untuk Ulsan Hyundai pada menit ke-61.
Suwon FC kemudian meningkatkan intensitas serangan setelah tertinggal 0-1. Usaha mereka membuahkan hasil ketika umpan Seung-Won Jung berhasil dimanfaatkan Kang Sang-yun untuk mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-71. Hingga akhir pertandingan, skor tetap 1-1.
Tambahan satu poin tidak mengubah posisi Suwon FC di peringkat kelima klasemen. Sementara itu, Ulsan Hyundai tetap di peringkat kedua klasemen.
Arhan Belum Dapat Kesempatan Lagi
Pada Maret, pemain asli Blora tersebut mengungkapkan masih menghadapi kendala adaptasi cuaca di Korea Selatan yang saat itu tengah mengalami musim dingin. Sehingga, dia belum tampil bersama klub barunya.
Didatangkan Suwon pada pertengahan Januari dari klub Jepang Tokyo Verdy, hingga kini Arhan baru sekali tampil untuk klubnya di K League 1. Namun, dalam debutnya itu dia mendapat kartu merah, sebelum bergabung dengan Timnas Indonesia.
”Ya mungkin karena perbedaan cuaca juga sih, perbedaan suhu juga kan di sana musim dingin, di sini musim panas, waktu itu terus pindah ke sana, itu masih buat penyesuaian saya sih,” ujar Arhan pada media.
Dengan demikian, Arhan harus lebih bersabar untuk mendapatkan waktu bermain lagi bersama klub setelah didatangkan dari Tokyo Verdy yang kala itu berlaga di J2 League, kasta kedua liga sepak bola Jepang.
”Di Liga Jepang, permainan lebih detail, sedangkan di Liga Korea lebih mengutamakan fisik,” kata Arhan.

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
