Skuad Barcelona di Copa Del Rey. (Istimewa)
JawaPos.com - Malam itu terasa seperti mimpi buruk yang ingin dilupakan segera oleh Barcelona. Dalam salah satu penampilan terburuk era Hansi Flick, Blaugrana dihajar Atlético Madrid 0-4 pada leg pertama semifinal Copa del Rey.
Gol bunuh diri Eric García membuka petaka, disusul Antoine Griezmann, Ademola Lookman, dan Julián Álvarez. Empat gol bersarang bahkan sebelum jeda—situasi yang terakhir kali dialami Barcelona pada musim 1953–1954. Sebuah statistik yang benar-benar mencerminkan betapa buruknya malam tersebut.
Babak kedua tak banyak mengubah cerita. Pau Cubarsí sempat mencetak gol hiburan yang dianulir karena offside tipis. Di penghujung laga, Eric García melengkapi malam kelamnya dengan kartu merah setelah menggagalkan peluang emas Álex Baena.
Bagi juara bertahan Copa del Rey, leg kedua kini terasa seperti misi nyaris mustahil.
Masalah Lama yang Kembali Terbuka
Serangan Barcelona mungkin terlihat tajam sejak Flick datang, tetapi pertahanan mereka terus menjadi titik lemah. Saat menghadapi tim papan atas dengan transisi cepat seperti Atlético, kelemahan itu terekspos tanpa ampun.
Struktur bertahan tampak rapuh. Koordinasi buruk, posisi yang sering salah, hingga keputusan individu yang fatal membuat lini belakang Blaugrana terlihat mudah ditembus. Dan ini bukan kejadian baru, masalah ini sudah muncul sejak awal musim.
Jika kondisi ini terus berlanjut, sulit membayangkan Barcelona bisa bersaing serius di Liga Champions. Melansir Sports Illustrated, berikut ini peringkat pemain Barcelona di laga ini.
Rating Pemain Barcelona (4-2-3-1)
GK: Joan García — 4.8
Sempat melakukan penyelamatan satu lawan satu yang luar biasa, tetapi kesalahan fatalnya pada gol pertama menjadi noda besar. Blunder yang sulit dilupakan.
RB: Jules Koundé — 7.2
Satu-satunya bek yang tampil relatif solid. Melakukan intervensi krusial, termasuk penyelamatan di garis gawang. Setidaknya ia bisa pulang dengan kepala sedikit lebih tegak.
CB: Pau Cubarsí — 5.6
Sering terlambat membaca situasi dan kesulitan menghadapi tempo serangan Atlético. Tampak kewalahan sepanjang laga.
CB: Eric García — 3.8
Malam yang ingin segera ia lupakan. Intensitas rendah, beberapa kali gagal menjaga garis pertahanan, terlibat dalam gol bunuh diri, dan akhirnya diusir keluar lapangan. Penampilan terburuknya musim ini.
LB: Alejandro Balde — 5.6
Terlalu sering meninggalkan ruang kosong di sisi kiri. Atlético berulang kali mengeksploitasi area tersebut. Posisioning yang buruk berdampak langsung pada tiga gol.

Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
