Igor Tudor minta maaf kepada para penggemar setelah kebobolan di menit akhir. (AP Photo/John Raoux)
JawaPos.com – Igor Tudor menjelaskan bahwa timnya, Juventus, menunjukkan sikap panik dan gugup saat mereka harus puas dengan hasil imbang 2-2 melawan Villarreal dalam pertandingan Liga Champions yang berlangsung pada Kamis (2/10) dini hari WIB.
Awalnya, Juventus tertinggal lebih dulu setelah Georges Mikautadze mencetak gol bagi tuan rumah di menit ke-18, menaklukkan kiper Mattia Perin dengan mudah.
Namun, Juventus mampu bangkit dan berbalik unggul 2-1 hanya dalam waktu 11 menit setelah babak kedua dimulai. Federico Gatti berhasil mencetak gol melalui tendangan akrobatik, diikuti oleh gol dari Francisco Conceicao.
Sayangnya, keunggulan tersebut tidak bertahan lama. Di akhir pertandingan, Renato Viega mencetak gol penyama kedudukan memanfaatkan umpan dari sepak pojok Illias Akhomach, sehingga skor berakhir imbang.
Dalam wawancara setelah pertandingan, Tudor meminta maaf kepada para pendukung Juventus dan menegaskan bahwa timnya seharusnya tidak kebobolan gol di menit-menit akhir melalui tendangan sudut.
“Saya minta maaf, itu bagian dari permainan. (Seharusnya) kami tidak boleh kalah di detik-detik terakhir dari tendangan sudut seperti itu. Kami akan menerima (satu) poin ini dan melanjutkannya (menatap pertandingan selanjutnya),” jelas Tudor.
Pelatih asal Kroasia ini menambahkan bahwa meskipun timnya telah berusaha keras untuk mempersiapkan diri, mereka masih mengalami beberapa kesulitan. “Terlalu panik dan gugup. Terlalu banyak umpan sederhana yang kami lakukan dengan salah,” tambahnya. Tudor juga membela pemain bertahan timnya yang menghadapi masalah kebobolan gol, di mana Juventus belum pernah mencatatkan clean sheet dalam lima pertandingan terakhir.
“Tiga bek bermain lebih baik daripada yang lain (di lapangan). Kami perlu lebih banyak memenangkan bola kedua. Tiga bek bertahan (dengan baik) sepanjang pertandingan,” lanjutnya. Ia juga menyesali kebobolan di menit akhir, menyatakan bahwa akan menyenangkan jika Juventus dapat mempertahankan performa tinggi selama 90 menit, meskipun hal itu tidak mudah. “Kami juga punya kelemahan,” tegasnya.
Tudor juga memberikan pujian kepada pemain pengganti Francisco Conceicao, yang masuk di babak kedua dan berhasil mengubah tempo permainan Juventus menjadi lebih baik. “Chico (Conceicao) masuk (di awal babak kedua) dan membuat perbedaan. Kami melakukan yang terbaik, meskipun ada beberapa kesalahan. Sayangnya, kesalahan itu terjadi di menit-menit akhir,” tutup Tudor.

Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
13 Rekomendasi Tempat Liburan di Malang dengan Pilihan Wisata Alam, Hiburan, dan Spot Santai yang Membuat Pikiran Lebih Fresh
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
