Photo
JawaPos.com - Pelatih Manchester United, Ruben Amorim memberikan pernyataan tegas mengenai insiden kartu merah yang diterima Casemiro dalam kemenangan 2–1 atas Chelsea. Meski timnya berhasil mengamankan tiga poin penting di Premier League, sorotan justru tertuju pada momen saat gelandang asal Brasil itu diusir dari lapangan.
Pertandingan berlangsung penuh intensitas sejak menit awal. Chelsea kehilangan kiper Robert Sanchez di menit kelima setelah melakukan pelanggaran terhadap Bryan Mbeumo. Keunggulan jumlah pemain membuat United lebih leluasa menyerang. Tekanan tersebut berbuah gol dari Bruno Fernandes, disusul sundulan Casemiro yang menggandakan skor sebelum jeda turun minum.
Namun situasi berubah drastis di penghujung babak pertama. Casemiro, yang sebelumnya sudah menerima kartu kuning, kembali melakukan pelanggaran terhadap Andrey Santos. Wasit tidak ragu mengeluarkan kartu kuning kedua, yang berarti kartu merah untuk gelandang berpengalaman itu. United pun terpaksa menghabiskan babak kedua dengan sepuluh pemain.
Dalam konferensi pers usai pertandingan, Amorim menyatakan bahwa Casemiro akan 'menderita' akibat kesalahannya. Ia menekankan bahwa sang pemain memahami konsekuensi dari tindakannya, terlebih karena hal tersebut memengaruhi jalannya laga. Meski begitu, Amorim juga menyoroti bagaimana tim tetap menjaga konsistensi hingga akhir dan berhasil mempertahankan kemenangan.
"Dia (merasa) lebih buruk dari saya. Kami menang, jadi saya akan sedikit melupakan, dan dia akan menderita karena dia adalah seorang profesional top. Dia mengerti apa yang dia lakukan. Dia cukup berpengalaman bahwa permainan seperti itu seharusnya tidak dilakukan seperti itu. Dia terlalu peduli," ujar Amorim dikutip melalui laman The Mirror, Minggu (21/9).
Amorim menambahkan bahwa pertandingan ini menjadi pengingat penting bagi seluruh pemain United. Ia meminta skuadnya untuk tidak terlena oleh hasil positif melawan Chelsea, melainkan menjadikannya dorongan untuk menjaga intensitas dan mentalitas kemenangan di laga-laga berikutnya.
"Kami menderita pada akhirnya, tetapi kami pantas menang. Penonton kami, penggemar kami mudah untuk disenangkan. Jika Anda memberikan segalanya, mereka akan berada di sana. Itu adalah sesuatu yang harus dipahami oleh para pemain kami. Untuk memiliki penonton bersama kami, kami hanya perlu berlari, berjuang, dan melakukan tekel. Dengan kemenangan ini, kami harus melupakan perasaan senang karena menang dan kembali pada urgensi merasa bahwa kami perlu memenangkan pertandingan berikutnya," pungkas Amorim.

Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
