Logo JawaPos
Author avatar - Image
19 Agustus 2025, 14.06 WIB

Jadon Sancho Tolak AS Roma dan Besiktas, Bikin Ruben Amorim Pusing dan Masa Depan di Manchester United Makin Misterius

Jadon Sancho (dok. MUFC) - Image

Jadon Sancho (dok. MUFC)

JawaPos.com - Masa depan Jadon Sancho kembali menjadi teka-teki besar di bursa transfer musim panas ini. Winger Manchester United tersebut dikabarkan menolak dua tawaran konkret dari klub besar Eropa, yakni AS Roma dan Besiktas. Keputusan ini membuat situasi sang pemain makin rumit, mengingat pintu untuk kembali berseragam Setan Merah nyaris tertutup rapat.

Menurut laporan media Inggris, Sancho sebenarnya sudah masuk dalam radar beberapa klub sejak awal bursa transfer. Namun, hingga pertengahan Agustus, belum ada kepastian soal pelabuhan baru bagi eks Borussia Dortmund itu. Manchester United juga tak lagi menyertakan namanya dalam rencana utama, terlihat dari absennya pemain 25 tahun itu saat laga kontra Arsenal di Old Trafford, Minggu (17/8).

Sancho sebelumnya disebut-sebut bakal segera merapat ke Roma. Klub Serie A tersebut bahkan sudah mengajukan penawaran senilai 20 juta Poundsterling, atau setara Rp. 422 miliar. Tawaran itu diterima oleh manajemen Manchester United, meski nilainya jauh di bawah harga pembelian Sancho dari Dortmund pada 2021 lalu, yakni 73 juta Poundsterling, atau sekitar Rp. 1,5 triliun.

Namun, seperti diberitakan jurnalis Ben Jacobs, Sancho justru menolak kesempatan tersebut. Sang winger diyakini masih yakin akan ada opsi lain yang lebih menarik dalam beberapa pekan ke depan. “Sancho diyakini masih percaya diri dengan peluang transfer lain yang bisa terwujud sebelum jendela transfer ditutup,” tulis laporan tersebut.

Roma pun tak mau berlama-lama menunggu. Klub besutan Daniele De Rossi itu langsung mengalihkan perhatian ke Leon Bailey dari Aston Villa. Kesigapan Roma ini membuat peluang Sancho untuk berkarier di Serie A nyaris tertutup.

Selain Roma, klub Turki, Besiktas, juga sempat menunjukkan keseriusan mendatangkan Sancho. Menariknya, tim tersebut kini ditangani Ole Gunnar Solskjaer, sosok yang dulu berperan besar saat Sancho pertama kali datang ke Old Trafford pada 2021. Menurut laporan media Inggris, Besiktas sudah menanyakan detail transfer dan bahkan siap menyamai tawaran Roma senilai 20 juta Poundsterling, atau Rp. 422 miliar.

Meski begitu, Sancho lagi-lagi memilih untuk menutup pintu. Tidak ada progres signifikan dalam negosiasi sejak dua pekan lalu, dan pembicaraan terhenti tanpa hasil. Dengan penolakan ini, semakin jelas bahwa Sancho tidak tertarik dengan opsi bermain di Turki dalam waktu dekat.

Manchester United sebenarnya cukup terbuka untuk melepas Sancho di musim panas ini. Gaji besar yang mencapai 250 ribu Poundsterling per pekan, atau sekitar Rp. 5,3 miliar, menjadi beban tersendiri bagi klub. Jika dibiarkan bertahan tanpa kepastian, MU terancam harus membayar penuh kontraknya hingga habis musim depan.

Sejak bergabung dari Dortmund dengan status bintang muda penuh potensi, kontribusi Sancho memang jauh dari harapan. Dalam 83 penampilan bersama United, ia hanya mencatatkan 12 gol dan 6 assist. Angka itu dianggap tak sepadan dengan harga transfer fantastis 73 juta Poundsterling (Rp. 1,5 triliun) yang sudah digelontorkan klub tiga tahun lalu.

“Tidak ada jalan kembali bagi Sancho di Old Trafford setelah masa pinjamannya di Chelsea berakhir,” tulis laporan dari Sports Mole. Pernyataan ini semakin menegaskan bahwa hubungan antara Sancho dan United sudah retak.

Meski menolak Roma dan Besiktas, Sancho sebenarnya masih punya beberapa opsi. Bursa transfer di Turki akan berlangsung hingga 12 September, lebih lama dari liga-liga top Eropa lain yang berakhir di awal bulan. Situasi ini memberi kemungkinan bagi Besiktas atau klub Turki lain untuk kembali mencoba jika Sancho gagal menemukan destinasi yang lebih meyakinkan.

Selain itu, Liga Arab Saudi juga disebut sebagai opsi logis. Dengan tawaran gaji selangit, Sancho bisa tetap menjaga standar pendapatan tinggi yang kini ia nikmati. Namun, laporan yang sama menegaskan bahwa Sancho masih berambisi melanjutkan kariernya di Eropa, setidaknya untuk sementara.

Menariknya, skenario seperti ini pernah dialami striker Nigeria Victor Osimhen. Musim panas lalu, ia gagal pindah ke klub Arab, namun akhirnya mengejutkan publik dengan bergabung ke Galatasaray. Bisa jadi, Sancho akan mengikuti jejak serupa jika situasi mendesak.

Meski punya keyakinan akan ada tawaran lain, kenyataan di lapangan berbicara sebaliknya. Minimnya minat klub Premier League membuat Sancho hampir kehilangan pasar utama. Faktor gaji tinggi disebut sebagai penghalang terbesar. Jika benar-benar ingin menghidupkan kembali kariernya, ia harus bersedia menerima potongan gaji signifikan.

Menurut laporan Capology, Sancho saat ini masih masuk dalam jajaran pemain dengan bayaran tertinggi di United. Namun, performanya di lapangan belum sebanding dengan nominal tersebut. Tak heran jika klub-klub lain lebih memilih opsi pemain dengan rasio harga dan performa yang lebih seimbang.

Editor: Banu Adikara
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore