
Selebrasi Jackson Irvine usai merobek gawang Timnas Indonesia. (Dok. Socceroos)
JawaPos.com - Di Indonesia, belum ada satu pun pesepak bola profesional aktif yang berani tampil terbuka. Di dunia, hanya sedikit pemain yang secara terang-terangan berkomitmen pada penerimaan gay dalam olahraga.
Salah satunya adalah Jackson Irvine. Ia memperjuangkan hak-hak LGBTQ+ di level tertinggi.
Pada bulan Pride, bagaimana situasi komunitas LGBTQ+ di sepak bola profesional pria?
"Yah, belum terlalu baik", tulis John Blankenstein Foundation, yang mengadvokasi penerimaan gay dalam olahraga. "Meskipun ada beberapa gerakan yang terjadi di balik layar," tambahnya.
Masih belum ada satu pun pesepak bola profesional, utamanya di Indonesia, yang berani tampil terbuka, dan sangat sedikit pemain yang secara terbuka mengkhawatirkan situasi itu.
"Orang-orang bersikap seolah-olah homoseksualitas tidak ada di sana, sementara semakin banyak pesepak bola profesional gay yang datang kepada kami untuk meminta nasihat," kata Thijs Smeenk, jurnalis olahraga Belanda dan anggota dewan John Blankenstein Foundation.
Menyatakan secara terbuka bahwa mereka bukan heteroseksual adalah langkah yang terlalu berlebihan bagi sebagian pesepak bola, karena takut akan reaksi negatif. Pemain profesional Australia, Josh Cavallo, berterus terang empat tahun lalu dan baru-baru ini menyatakan dalam podcast FIFPro bahwa ia masih menerima banyak ancaman pembunuhan setiap hari.
| "Dunia sepak bola tetap menjadi tempat yang sangat beracun bagi pemain seperti saya" - Josh Cavallo. |
Smeenk menambahkan: "Sejujurnya saya tidak bisa memikirkan satu profesi pun di mana begitu sulit untuk menjadi berbeda."
Tidak jauh dari Indonesia, seorang pesepakbola profesional Australia yang ikonis dan sukses, menentang norma maskulinitas heteroseksual dan secara aktif memperjuangkan hak-hak LGBTI.
Pemain bernama lengkap Jackson Alexander Irvine ini mengenakan cat kuku hitam, maskara, kumis yang dipangkas rapi, alis yang dicabut, dan rambut pirang panjang yang terkadang ia warnai merah muda.
Pemain FC St. Pauli ini mengenakan ban kapten pelangi di lengan bisepnya setiap minggu. Foto-foto di akun Instagram-nya, yang sering diambil oleh istrinya, sangat berbeda dalam segala hal (pakaian, pose, dan latar) dari pemain profesional lainnya.
View this post on Instagram
Irvine, 32 tahun, memiliki tubuh yang dipenuhi tato bunga dan kupu-kupu, dengan kepala Lou Reed dan Nick Cave, serta frasa, karakter, dan simbol dari serial TV Buffy the Vampire Slayer, Twin Peaks, The Simpsons, dan Seinfeld. Sebuah anting emas menjuntai di telinga kanannya dan baret bermotif macan kumbang terkadang menghiasi kepalanya.

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
