Bek kiri Arsenal Riccardo Calafiori. (Dok. Riccardo Calafiori)
JawaPos.com- Riccardo Calafiori mengungkapkan kebanggaan bisa bermain di Arsenal dan Liga Inggris. Namun, saat bermain untuk AS Roma pada tahun 2020/2021, dia merasakan banyak tekanan.
Sebagai pemain yang berasal dari akademi AS Roma, bermain untuk klub ibu kota tersebut sangatlah membanggakan. "Bermain untuk Roma adalah mimpi yang menjadi kenyataan bagi saya. Mengingat usia saya, saya rasa saya tidak bermain buruk, tetapi saya merasa terlalu tertekan," ucap Riccardo Calafiori kepada Sky Sport Italia, Selasa (3/6).
Debutnya bersama AS Roma dimulai saat berusia 18 tahun, dan saat itu dia selalu merasa tertekan. "Saya terlalu muda dan terlalu terlibat, saya ingat bahwa saya hanya merasa senang ketika wasit meniup peluit akhir dan semuanya berakhir. Sekarang, saya tidak sabar menunggu pertandingan dimulai, saya tidak lagi merasakan kecemasan seperti itu," lanjut Riccardo Calafiori.
Setelah pergi dari AS Roma di tahun 2022, Calafiori bergabung dengan klub asal Swiss FC Basel dan bermain konsisten. "Sebenarnya, Basel adalah satu-satunya pilihan saya. Saya tidak sepenuhnya yakin dengan ide itu, tetapi kemudian saya berhasil bersikap tenang dan bermain secara konsisten, akhirnya bermain tanpa rasa cemas," ujar bek berusia 23 tahun itu.
Memiliki performa yang apik bersama FC Basel, Calafiori membuat Bologna tertarik untuk mendatangkannya menjelang penutupan bursa transfer. "Semua yang saya alami di Bologna sungguh ajaib dan tak terduga. Saya tiba di hari terakhir bursa transfer dan mereka tidak benar-benar membutuhkan saya, itu hanya untuk menambah jumlah pemain, tetapi saya langsung cocok dengan pelatih, yang menganggap saya sebagai bek tengah," jelas bek Tim Nasional Italia tersebut.
Di musim selanjutnya, Arsenal berhasil mengamankan tanda tangan Calafiori, dan dia tidak merasa menyesal untuk bergabung dengan klub asal London Utara. "Saya rasa saya tidak membuat kesalahan dengan datang ke sini."
Saat tawaran dari Arsenal datang, Calafiori mengatakan bahwa dia tidak bisa untuk menolaknya. "Bermain di Liga Premier adalah salah satu impian saya, juga sebagai tantangan pribadi, mengingat reputasi orang Italia di liga ini. Tapi bagaimana Anda bisa menolak Arsenal?" pungkasnya.
Mikel Arteta selalu mengandalkan Calafiori di musim ini. Dia berhasil bermain sebanyak 29 pertandingan di semua kompetisi dengan tiga gol dan dua assist. Meskipun di beberapa pertandingan, dia sempat absen karena mengalami cedera lutut dan otot.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
