
Protes pemain Arsenal atas kartu merah yang diterima Lewis-Skelly. (Mike Egerton/PA Wire)
JawaPos.com - Gelandang muda Arsenal Myles Lewis-Skelly tidak akan menjalani skorsing tiga pertandingan setelah banding klub terhadap kartu merahnya ketika menghadapi Wolves (25/1) ditegakkan oleh komisi disiplin Asosiasi Sepak Bola (FA).
Lewis-Skelly dikeluarkan dari lapangan oleh wasit Michael Oliver pada menit ke-43 dalam kemenangan 1-0 The Gunners di markas The Wanderers, pemain berusia 18 tahun tersebut dianggap telah melakukan pelanggaran serius terhadap Matt Doherty.
Keputusan sang pengadil lapangan Oliver didukung VAR, Darren England yang ada di ruangan pengecekan ulang tersebut menyetujui bahwa Lewis-Skelly melakukan pelanggaran keras.
Saat ini FA dan Arsenal mengonfirmasi keputusan tersebut dalam pernyataan bersama bahwa hukuman untuk wonderkid Arsenal itu akan segera dicabut.
Pelatih kepala Arsenal Mikel Arteta mengatakan benar-benar marah atas kontroversi diusirnya Lewis-Skelly dari lapangan saat itu. Pasalnya The Gunners sangat butuh kemenangan untuk menempel Liverpool di puncak klasemen dan mereka harus dirugikan dengan keputusan yang seharusnya tidak terjadi.
Jika memang keputusan hukuman skorsing tersebut terjadi, Lewis-Skelly akan melewatkan pertandingan kandang Minggu (2/2) melawan Manchester City, pertandingan kedua semifinal Piala Carabao di markas Newcastle United (6/2) dan pertandingan ketiga bertandang ke rumah Leicester City pada (15/2).
Ini adalah ketiga kalinya di Liga Inggris musim ini seorang pemain memenangkan banding atas kartu merah, meskipun VAR berfungsi sebagai jaring pengaman dengan mengecek ulang kejadian tetapi kesalahan tetap terjadi.
Pada bulan September lalu, kapten Manchester United Bruno Fernandes dikeluarkan dari lapangan saat melawan Tottenham Hotspur. Kemudian pada bulan November, kapten Brentford Christian Nørgaard dikeluarkan dari lapangan atas saran VAR karena pelanggaran keras terhadap kiper Everton Jordan Pickford.
United dan Brentford berhasil mengajukan banding atas kartu merah tersebut ke FA, dengan panel yang terdiri dari tiga mantan pemain untuk memberikan suara pada keputusan wasit itu. Dalam kedua kasus tersebut, panel mencapai keputusan split 2-1 untuk membatalkan kartu merah.
Alasan tertulis di balik permohonan Lewis-Skelly harus segera dipublikasikan pada awal minggu depan agar semua orang mengetahui apa yang sebenarnya menjadi kesalahan keputusan tersebut.
Tetapi ada beberapa banding kartu merah yang ditolak oleh komisi disiplin FA musim ini seperti kasus Fabian Schar (Newcastle United, pelanggaran serius), Daichi Kamada (Crystal Palace, pelanggaran serius) dan Jhon Duran (Aston Villa, perilaku kekerasan)
Polisi telah meluncurkan penyelidikan atas "ancaman dan pelecehan" yang ditujukan kepada Michael Oliver dan keluarganya setelah membuat keputusan kartu merah kontroversial tersebut.
Mantan wasit Liga Inggris, Mike Dean mengambil langkah menjauh dari pertandingan untuk waktu yang singkat pada tahun 2021 setelah melaporkan ancaman pembunuhan kepada polisi. Hal tersebut terjadi setelah dia membuat keputusan kontroversial dengan mengeluarkan gelandang West Ham United Tomás Soucek melawan Fulham.

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
