
Galeri Nasional Indonesia menyiapkan prosedur-prosedur baru untuk kunjungan pameran di masa pasca PSBB mendatang. (Galnas/Dok. for JawaPos)
JawaPos.com– Galeri Nasional Indonesia terus mengikuti perkembangan pandemi Covid-19 yang belum mereda hingga kini. Rencana pemerintah menghadapi bekapan wabah dengan menerapkan normal baru menjadi salah satu perhatian Galeri Nasional Indonesia. Hal itu terungkap dalam diskusi program Bicara Rupa bertajuk Penanganan Koleksi Semasa Pandemi yang ditaja oleh Galeri Nasional Indonesia melalui Youtube.
Program tersebut menampilkan Kepala Galeri Nasional Indonesia Pustanto sebagai narasumber dengan moderator Jarot Mahendra ’’Kami harus berpikir ke depan tentang kemungkinan-kemungkinan yang ada pasca pembatasan sosial berskala besar di masa normal baru,’’ kata Kepala Galeri Nasional Indonesia Pustanto. Menurutnya, saat ini Galeri Nasional Indonesia tengah menyiapkan standar operasional bila pada saatnya pintu untuk pengunjung dibuka kembali. Normal baru kelak dipastikan mengubah kelaziman kunjungan publik ke Galeri Nasional Indonesia. Protokol-protokol tertentu akan diterapkan demi mengantisipasi kemungkinan penyebaran Covid-19. Beberapa prosedur yang telah disiapkan antara lain aturan pembatasan pengunjung di dalam ruang pamer. Baik waktu berkunjung dan jumlah orang-orang yang melakukan kunjungan.
Pembatasan tersebut juga dibarengi dengan rencana penerapan sistem tiket kunjungan berbasis internet. Mereka yang hendak melihat pameran di Galeri Nasional Indonesia wajib mendaftarkan diri via jalur daring. Cara ini akan memudahkan pihak Galeri Nasional Indonesia mengantisipasi kerumunan orang yang haram selama Korona belum benar-benar lenyap. Alur keluar masuk pengunjung juga akan diatur sedemikian rupa untuk meminimalisir kemungkinan terjadinya kerumunan.
Di masa normal baru nanti, para pengunjung Galeri Nasional Indonesia wajib mematuhi protokol kesehatan seperti mengenakan masker dan menjaga jarak, baik jarak antar-pengunjung dan antara pengunjung dengan karya. Hal tersebut perlu dilakukan mengingat bukan tak mungkin justru koleksi yang tengah dipamerkan dapat terkontaminasi Covid-19. Disinfektan untuk pengunjung disiapkan pada titik-titik tertentu agar mudah diakses pengunjung.
’’Mudah-mudahan dalam waktu dekat standar operasional sudah siap berikut dukungan sarana prasarana untuk kunjungan maupun kawan-kawan yang tengah menyiapkan pameran,’’ katanya. Terkait perawatan koleksi selama pandemi, Galeri Nasional Indonesia telah menerapkan sejumlah langkah untuk tetap dapat melakukan kerja-kerja perawatan walau wabah tengah melanda. Salah satunya dengan mengisolasi karya yang telah dipamerkan untuk publik selama 14 hari sebelum langkah rutin perawatan dilakukan. (tir)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
