
ILUSTRASI. (BUDIONO/JAWA POS)
Hari itu, orang-orang lupa tanggal berapa
mereka bernyanyi memanggil arwah-arwah
tersuruk mencari ceruk di pohon-pohon tua
yang rantingnya menggigil gemetar
siapa bisa menggambarkan maut menyentuh pundak kanak-kanak?
seperti lilin-lilin redup menyala menyanyikan happy birthday
sambil membayangkan perjalanan tamasya ke kubur hitam
serenada hitam dinyanyikan, ikan-ikan menari kesurupan
burung-burung gagak mabuk bernyanyi, sajak-sajak menggelepar
membayangkan wali-wali suci sembunyi di perut paus hitam
’’jangan pergi tuan, jangan pergi ke kota!”
’’nona, jangan balik ke kota!”
kota menghitam. lelaki-lelaki berjubah hitam
perempuan-perempuan bermantel hitam
selfi sambil nangis di bawah bulan hitam
mantra-mantra kematian dibacakan,
jampi-jampi kubur didengungkan
ribuan lebah hitam seperti daun-daun
rontok menutupi trotoar jadi hitam
’’jangan pergi, tuan dan nona, jangan balik ke kota!”
2024
Baca Juga: Aneka Jalan Mimpi
---
ILUSTRASI. (BUDIONO/JAWA POS)
Tahun-tahun memanjang. usia muler-mungkret.
rambutku menjulur seperti rel-rel kereta api
berkelok-kelok. menikung-nikung. mengaruskan
riwayat-riwayat kelak akan diabadikan oleh kopi dalam cangkir
dihirup kalender. pelan-pelan
ada gaung di masa lalu
saat kupu-kupu
mengkhianati kepompongnya
yang lepas itu: jarak!
garis patah-patah seperti ranting kayu
diayun arus bersama ikan-ikan
memburu jejak hilir
bilangan-bilangan susut
menemani usia yang lebih suka
beringsut surut
di senja tanpa sujud
arus itu kandas di mana?
beku pun tak tahu
saat semua sisipus
menebak ke mana akan dilabuhkan perahu batu!
2023-2024
Kota sedingin mata mayat
menyimpan sisa mimpi
kota sedingin mata mayat
dengan gang-gang selalu buntu
jalan-jalan meningkung
serta cuaca menerabas
setiap hitungan usia
selalu saja subuh bermula dengan keruh
wanita-wanita tua menyapu jalanan
di samar kabut
lihatlah, tuan dan nyonya, setiap mata disepuh dingin
setiap lelaki kehilangan syahwat dan para perawan memanjangkan rambutnya
sampai pada angka kalender terakhir mencantolkan uban di helainya!
olala, kota sedingin mata mayat:
wanita-wanita tuanya menyapu jalanan di sela kabut,
lelaki-lelakinya kehilangan pelir,
perawan-perawannya memanjangkan uban
Begitu dinginnya.
2024
---
TJAHJONO WIDARMANTO, penyair yang tinggal di Ngawi. Buku puisinya, antara lain, Suluk Kangen Kanjeng Nabi (2024)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
