Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 11 Mei 2018 | 22.30 WIB

Operasi Pembebasan Sandera Sukses, Natalius Pigai Puji Tito Karnavian

Aktivis kemanusiaan Natalius Pigai dan Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais turut serta dalam unjuk rasa buruh di depan gedung DPR, Jakarta, Selasa (1/5) - Image

Aktivis kemanusiaan Natalius Pigai dan Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais turut serta dalam unjuk rasa buruh di depan gedung DPR, Jakarta, Selasa (1/5)

JawaPos.com - Operasi penanggulangan terorisme dan pembebasan sandera di Rumah Tahanan (Rutan) Mako Brimob dianggap sukses. Hal itu dinyatakan langsung oleh Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian seusai meninjau Tempat Kejadian Perkara (TKP) pada Kamis (10/5) malam.


Kesuksesan itu didapat karena petugas menerapkan standar penyelamatan internasional. Hal senada juga disampaikan oleh Aktivis Kemanusiaan, Natalius Pigai. Mantan Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) itu menilai Tito telah melakukan reformasi di internal Polri dengan baik.


Sebab dari pengamatan Pigai jika berkaca dari kasus-kasus penanganan terorisme yang pernah terjadi, Polri kerap kali mengabaikan prosedur yang berlaku, bahkan cenderung melanggarnya.


"Kami menghargai Kepolisian di bawah kepemiminan Tito Karnavian dan Wakapolri Syafruddin telah melakukan reformasi substansial. Karena berdasarkan pengamatan kami, setiap peristiwa menghadapi kelompok insurgensia domestik dan pelaku teror seringkali mengabaikan prosedur," kata Pigai dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Jumat (11/5).


Menurut Pigai dalam aksi penanganan terorisme sebelumnya, Polri memiliki catatan negatif misalnya soal pelanggaran prosedur tetap (protap). Sehingga menyebabkan banyaknya korban jiwa dan sebagainya. Seperti yang terjadi di Poso, Solo, Medan dan beberapa tempat lain.


Sementara itu, saat ini hal tersebut perlahan menghilang. Dalam setiap operasinya, Polri dianggap mengedepankan HAM. Hal itu sebagai penanda mulai terjadinya reformasi subtansial di tubuh Polri.


"Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang mau menjalankan tugas pelaksanaan kepolisian berbasis HAM sesuai dengan amanat yang terkandung dalam Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 8 Tahun 2009," tegas Pigai.


Operasi berlandaskan HAM itu tercemin dari upaya penyelesaian kericuhan di Rutan Mako Brimod. Meski lima anggota polisi dibantai mengenaskan oleh napiter, aparat tetap tenang dan tidak melakukan pembalasan secara membabi-buta.


Bahkan dalam kejadian penyanderaan selama 38 jam itu, hanya satu orang napiter yang dinyatakan tewas. Sedangkan 155 lainnya menyerahkan diri dengan sukarela.


"Kita harus memberi hormat kepada Kepolisian. Meskipun anggotanya gugur dalam tugas, namun anggota polisi yang ada saat itu tidak melakukan tindakan balasan untuk menewaskan sejumlah tahanan," pungkas Pigai.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore