
Pemerintah terus menggenjot pembangunan infrastruktur demi mempercepat pertumbuhan ekonomi RI.
JawaPos.com - Partai oposisi terus-menerus menggulirkan isu bahwa perekonomian Indonesia semakin memburuk. Persoalan utang negara, turunnya daya beli, serta naiknya harga bahan pokok menjadi amunisi utama menggambarkan buruknya perekonomian RI.
Namun, hasil survei nasional dari Indikator Politik Indonesia rupanya menunjukkan data berbeda. Mayoritas masyarakat Indonesia justru menyebut perekenomian RI cenderung mengalami peningkatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Dalam pertanyaan tertutup, 48,3 persen masyarakat Indonesia menilai keadaan ekonomi nasional pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) berada di posisi yang sedang. Sedangkan 27 persen menyebutkan semakin baik, bahkan sebanyak 2,2 persen responden menilai sangat baik.
Sedangkan responden yang menilai perekonomian buruk sebanyak 18,9 persen, dan sangat buruk sebanyak 1,5 persen. Sementara itu, sebanyak 2,1 persen responden tidak menjawab pertanyaan.
Tak hanya itu, dalam pertanyaan mengenai kondisi perekonomian rumah tangga, sebanyak 38,4 persen responden menjawab lebih baik, dan hanya 18,4 persen yang menjawab lebih buruk. Adapun yang menjawab jauh lebih baik sebanyak 2,8 persen, sedangkan yang menjawab jauh lebih buruk sebanyak 0,7 persen.
Sebanyak 38,6 persen responden menjawab tidak ada perubahan. Sedangkan sebanyak 1,1 persen responden tidak menjawab pertanyaan.
"Kondisi ekonomi rumah tangga dan nasional dalam setahun terakhir juga lebih banyak yang menilai membaik ketimbang menilai memburuk. Dan kecenderungan kondisi ekonomi nasional setahun terakhir juga masih berada pada tren yang semakin positif," kata Direktur Eksekutif Burhanuddin Muhtadi di Kantornya, Jakarta, Kamis (3/5).
Sementara itu, Burhan mengatakan, mayoritas masyarakat Indonesia pun mengaku optimistis kondisi ekonomi nasional pada tahun berikutnya akan terus mengalami perbaikan.
Hasil survei menunjukkan sebesar 50,6 persen masyarakat Indonesia mengaku optimistis perekonomian akan lebih baik dari sekarang. Dan hanya 4,9 persen responden yang menilai lebih buruk.
Sementara itu, sebanyak 7,1 persen responden menilai akan jauh lebih baik, sedang 0,7 persen menilai jauh lebih buruk. Adapun responden yang menganggap tidak ada perubahan sebanyak 23,5 persen, dan tidak menjawab sebesar 13,2 persen.
"Ekspektasi publik atas kondisi ekonomi setahun ke depan juga sangat positif, mayoritas menilai akan membaik dibanding saat ini," pungkasnya.
Survei Indikator Politik Indonesia melibatkan 1.200 responden warga negara Indonesia yang telah mempunyai hak pilih dalam pemilihan umum. Metode yang digunakan yakni multistage random sampling dengan margin of error sekitar +/- 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
