Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 4 Mei 2018 | 00.30 WIB

Lebih dari Sepertiga Rumah Tangga Menilai Ekonominya Tak Ada Perubahan

Pemerintah terus menggenjot pembangunan infrastruktur demi mempercepat pertumbuhan ekonomi RI. - Image

Pemerintah terus menggenjot pembangunan infrastruktur demi mempercepat pertumbuhan ekonomi RI.

JawaPos.com - Partai oposisi terus-menerus menggulirkan isu bahwa perekonomian Indonesia semakin memburuk. Persoalan utang negara, turunnya daya beli, serta naiknya harga bahan pokok menjadi amunisi utama menggambarkan buruknya perekonomian RI.


Namun, hasil survei nasional dari Indikator Politik Indonesia rupanya menunjukkan data berbeda. Mayoritas masyarakat Indonesia justru menyebut perekenomian RI cenderung mengalami peningkatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.


Dalam pertanyaan tertutup, 48,3 persen masyarakat Indonesia menilai keadaan ekonomi nasional pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) berada di posisi yang sedang. Sedangkan 27 persen menyebutkan semakin baik, bahkan sebanyak 2,2 persen responden menilai sangat baik.


Sedangkan responden yang menilai perekonomian buruk sebanyak 18,9 persen, dan sangat buruk sebanyak 1,5 persen. Sementara itu, sebanyak 2,1 persen responden tidak menjawab pertanyaan.


Tak hanya itu, dalam pertanyaan mengenai kondisi perekonomian rumah tangga, sebanyak 38,4 persen responden menjawab lebih baik, dan hanya 18,4 persen yang menjawab lebih buruk. Adapun yang menjawab jauh lebih baik sebanyak 2,8 persen, sedangkan yang menjawab jauh lebih buruk sebanyak 0,7 persen.


Sebanyak 38,6 persen responden menjawab tidak ada perubahan. Sedangkan sebanyak 1,1 persen responden tidak menjawab pertanyaan.


"Kondisi ekonomi rumah tangga dan nasional dalam setahun terakhir juga lebih banyak yang menilai membaik ketimbang menilai memburuk. Dan kecenderungan kondisi ekonomi nasional setahun terakhir juga masih berada pada tren yang semakin positif," kata Direktur Eksekutif Burhanuddin Muhtadi di Kantornya, Jakarta, Kamis (3/5).


Sementara itu, Burhan mengatakan, mayoritas masyarakat Indonesia pun mengaku optimistis kondisi ekonomi nasional pada tahun berikutnya akan terus mengalami perbaikan.


Hasil survei menunjukkan sebesar 50,6 persen masyarakat Indonesia mengaku optimistis perekonomian akan lebih baik dari sekarang. Dan hanya 4,9 persen responden yang menilai lebih buruk.


Sementara itu, sebanyak 7,1 persen responden menilai akan jauh lebih baik, sedang 0,7 persen menilai jauh lebih buruk. Adapun responden yang menganggap tidak ada perubahan sebanyak 23,5 persen, dan tidak menjawab sebesar 13,2 persen.


"Ekspektasi publik atas kondisi ekonomi setahun ke depan juga sangat positif, mayoritas menilai akan membaik dibanding saat ini," pungkasnya.


Survei Indikator Politik Indonesia melibatkan 1.200 responden warga negara Indonesia yang telah mempunyai hak pilih dalam pemilihan umum. Metode yang digunakan yakni multistage random sampling dengan margin of error sekitar +/- 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore