Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 2 Mei 2018 | 03.00 WIB

Gara-gara Anemia, Produktivitas di Kantor Bisa Drop Selama 6,5 Jam

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Anemia merupakan salah satu penyakit paling umum di Indonesia. Rasionya, 1 dari 5 orang Indonesia memiliki risiko untuk terkena anemia. Gejalanya lemah, letih, lesu, lunglai, dan tak bertenaga.


Meskipun begitu, banyak dari masyarakat yang belum teredukasi akan gejala, dampak dan penanggulangan anemia. Ketua Perhimpunan Dokter Gizi Medik Indonesia (PDGMI) Prof. Dr. Endang L. Achadi mengatakan dampak anemia sering kali tidak terlihat maupun dirasakan secara langsung, tetapi anemia tentunya tidak dapat diremehkan. 


"Anemia terbukti menyebabkan penurunan produktivitas kerja wanita Indonesia sebanyak 20 persen atau sekitar 6,5 jam per minggu," katanya dalam konferensi  pers baru-baru ini.


Kondisi ini akan menjadi hambatan besar bagi pembangunan sumber daya manusia berkualitas di Indonesia. Menjalankan pola hidup sehat bergizi seimbang, termasuk mengonsumsi makanan dengan kadar zat besi, protein dan vitamin dapat dilakukan untuk mencegah dan mengatasi anemia.


"Selama konsumsi piring makanku memenuhi asupan gizi seimbang, maka tak perlu tablet penambah darah," jelasnya. Akan tetapi, jika dirasa kurang dalam asupan, Endang menyarankan agar masyarakat mengonsumsi tablet penambah darah. Anemia juga dapat diatasi dengan konsumsi suplemen zat besi, istirahat cukup dan olah raga secara teratur.


Zat besi merupakan mineral yang memainkan peran penting dalam kesehatan. Kekurangan zat besi adalah alasan utama dari anemia, terutama pada wanita hamil dan anak-anak perempuan usia reproduksi. Karena gejala kekurangan zat besi yang tidak menonjol di awal, sulit untuk mendiagnosa keluhan pada tahap awal.


Umumnya, kekurangan zat besi terdeteksi selama pemeriksaan darah rutin untuk mengecek kadar hemoglobin. Zat besi sangat penting untuk menjaga diri sehat dan bugar. Gejala kekurangan zat besi dapat bervariasi. Kekurangan zat besi mengakibatkan aliran oksigen ke jaringan tubuh akan berkurang.


Kementerian Kesehatan menginisiasi program Gerakan Masyarakat Sehat (GERMAS) sebagai solusi dalam mengurangi beban penyakit melalui kebiasaan hidup sehat yang mencakupi intervensi gizi spesifik. Dalam mengatasi anemia caranya dengan pemberian dan promosi kampanye tablet tambah darah untuk remaja putri, calon pengantin serta ibu hamil. 

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore