
Permainan tradisional masih hiburan bagi anak-anak di Kabupaten Asmat, Papua.
JawaPos.com - Di tengah kemajuan zaman dan teknologi, anak-anak saat ini sudah akrab bermain dengan gawai terbaru. Bahkan seri terakhir pun tidak ketinggalan untuk diikuti. Suasana demikian sepertinya kontras sekali dengan anak-anak suku Asmat, Papua.
Mereka masih berkutat dengan permaian rakyat yang tradisional. Permainan itu harus melibatkan banyak orang. Kendati mainan mereka tradisional, namun anak-anak di Kabupaten Asmat begitu bahagia dengan permaiannya.
Seperti yang dilakukan Angie. Dia bersama teman-temannya begitu bahagia dengan permainan yang berbahankan dedaunan dan kayu. Mereka begitu asyik dengan saat tawanya mencatuk-catuk dauh hingga hancur. "Ini main masak-masakan tante," kata Angie saat ditemui JawaPos.com di Asmat, Selasa (6/2).
Siswi kelas tiga itu mengaku kerap kali memainkan permainan ini bersama teman-temannya sepulang sekolah. "Suka main masak-masakan tiap hari sepulang sekolah," ujarnya dengan polos.
Tak hanya bermain dengan dedaunan, Angie bersama anak-anak Asmat lainnya mengisi hari-harinya dengan memancing udang dan kepiting kecil. Memancing itu menggunakan tali seadanya beserta umpan yang disebut keraka.
Di atas rawa anak-anak itu menunggu dan berpindah-pindah tempat memasukkan umpan ke dalam lubang kepiting dan udang. "Mancing udang sama kepiting. Itu (umpan) keraka namanya tante, dia (udang dan kepiting) makan keraka," ungkap bocah itu dengan lucunya.
Ketika asyik dalam permainannya, tiba-tiba Angie dikejutkan dengan suara Anna. "Hati-hati tante dokter, dia bawa suntikan," kata Anna, teman Angie yang teranya sering bermain dokter-dokteran.
Sontak perempuan tersebut mengatakan bahwa dia bukan seorang dokter. Kemudian menanyakan kepada Angie bersama temannya yang lain apakah mereka sudah mendapatkan suntikan vaksinasi. "Sudah tante, kita enggak sakit tapi disuntik," kata Anna bersama temannya.
Potret anak-anak di Asmat ini sangat kontras dengan di perkotaan belahan bumi Indonesia lainnya. Di Indonesia bagian barat, seperti Pulau Jawa, Sumatera, dan pulau lain kini anak-anaknya sudah begitu asyik bermain dengan gawai dan tidak harus mengajak orang lain. Mereka cukup bermain di dalam rumah.
Anak-anak Asmat belakangan ini memang menjadi sorotan. Apalagi di daerah itu baru saja terjadi kejadian luar biasa (KLB) wabah campak dan gizi buruk. Sehingga, pemerintah melakukan vaksinasi terhadap anak-anak di ujung timur Indonesia itu.
Diketahui, tercatat 72 orang anak meninggal dunia di Asmat akibat campak dan gizi buruk. Rincinya, campak sebanyak 66 orang dan gizi buruk 6 orang.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
