Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 14 Desember 2017 | 05.10 WIB

Distribusi Tertutup Elpiji 3 Kg Ditunda

Ilustrasi Elpiji - Image

Ilustrasi Elpiji

JawaPos.com - Kementerian Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) memperkirakan penerapan distribusi elpiji 3 kg bersubsidi secara tertutup tidak dilakukan pada 2018. Pelaksanaan distribusi tertutup diprediksi baru bisa dijalankan pada 2019 karena terkendala verifikasi data yang belum tuntas.


Sekjen Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ego Syahrial menyatakan, dari total 25,7 juta masyarakat miskin, yang berhasil diverifikasi Kementerian Sosial baru 50 persen. ’’Verifikasi di lapangan ternyata tidak semudah yang diharapkan. Lagi pula, 2018 sudah dianggarkan untuk subsidinya,’’ katanya kemarin (12/12).


Berdasar APBN 2018, kuota untuk elpiji 3 kg mencapai 6,450 juta metrik ton. Jatah itu naik 5 persen jika dibandingkan penetapan kuota penyaluran untuk elpiji tabung melon pada APBNP 2017 sebesar 6,199 juta metrik ton. Dia menambahkan, sebelumnya sempat dipertimbangkan untuk menggunakan data pengguna listrik dari PLN. ’’Tetapi kan banyak pengguna elpiji 3 kg yang belum terjangkau oleh listrik. Sebenarnya justru mereka yang berhak menggunakan elpiji 3 kg,’’ kata Ego.


Lewat distribusi tertutup, hanya masyarakat miskin yang bakal bisa membeli elpiji 3 kg. Mekanismenya bisa menggunakan kartu khusus. Dengan penjualan bebas seperti saat ini, siapa pun bisa membeli elpiji 3 kg meski pada dasarnya produk tersebut hanya ditujukan bagi masyarakat miskin.


Jumlah masyarakat yang berhak menggunakan elpiji 3 kg bersubsidi sekitar 25,7 juta orang. Kementerian ESDM akan mengombinasikan data jumlah masyarakat miskin dari TNP2K (Tim Nasional Penanggulangan Percepatan Kemiskinan) dengan data dari Kementerian Sosial.


’’Selain terkendala verifikasi data, mekanisme penyalurannya masih kami pikirkan,’’ tambah pelaksana tugas Dirjen Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM tersebut.


Sebelumnya, pemerintah mempertimbangkan untuk menyalurkan subsidi elpiji 3 kg melalui kartu keluarga sejahtera mulai 2018. Masyarakat yang tidak berhak pun masih bisa menggunakan elpiji 3 kg nonsubsidi atau Bright Gas 3 kg yang rencananya dikeluarkan Pertamina pada Maret 2018. Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar mengatakan, pemerintah terus berusaha menemukan sistem yang tepat untuk penyaluran elpiji 3 kg agar bisa tepat sasaran.


’’Saat ini masih dievaluasi dengan Kementerian Sosial agar bisa dilakukan secepatnya. Untuk distribusi tertutup, data harus kuat. Jika data tidak kuat, bisa ada alternatif,’’ ujarnya. Pertamina juga mencatat, tahun ini penyaluran elpiji 3 kg bersubsidi membengkak 200 ribu metrik ton atau 1,6 persen dari yang dianggarkan.


Proyeksi pembengkakan anggaran pun diperkirakan Rp 1 triliun. Penyaluran elpiji 3 kg bersubsidi hingga akhir November telah mencapai 5,750 juta metrik ton atau 93 persen dari kuota yang ditetapkan pada APBNP 2017. Total konsumsi LPG pun tahun ini diperkirakan mencapai 6,5 juta metrik ton untuk subsidi dan 800 ribu metrik ton untuk nonsubsidi. (*)

Editor: Administrator
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore