
Ilustrasi
JawaPos.com - Kejaksaan Agung mengklaim sudah menyelamatkan uang negara sebesar Rp 977 miliar dari kasus korupsi yang sudah ditanganinya. Nilai tersebut merupakan akumulasi dari Januari hingga November 2017.
"Kalau ditanya berapa seluruh kerugian negara itu kan proses sedang berjalan, tidak bisa dikatakan itu jumlahnya sekian," kata Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Adi Toegarisman di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Jumat (8/12).
Pada tahun ini, setidaknya Kejaksaan Agung telah menangani 1.243 perkara di tingkat penyelidikan. Pada tingkat penyidikan, Jampidsus menangani 1.300 perkara. Sementara itu, yang naik ke tingkat penuntutan dalam 11 bulan terakhir yakni 1.754 perkara yang berasal dari penyidikan Polri dan Kejaksaan.
"Dari kami sendiri dengan rekapitulasi hasil penyidikan, dari Kejaksaan sebanyak 966 perkara yang masuk ke penuntutan. Sedangkan hasil penyidikan kepolisian data yang ada pada kami sebanyak 788 perkara," ungkap Adi.
Perkara yang telah diproses di meja persidangan hingga berkekuatan hukum tetap sebanyak 1.552 perkara. Begitu perkara tersebut inkracht, maka kejaksaan juga mengeksekusi aset terdakwa dan disetor ke kas negara. Untuk tahun ini, uang yang disetor sejumlah Rp 203 miliar.
"Berkaitan dengan itu, kegiatan pendukung ini kami ada pendapatan negara bukan pajak (PNPB) dari penanganan Pidana Khusus itu sebesar Rp 293.186.282.293," ujar Adi.
Meski berbagai upaya telah dilakukan, Adi mengakui perkara tindak pidana korupsi masih tetap terjadi. Sehingga, kejaksaan Agung terus mengembangkan metode bagaimana langkah penegakan hukum yang lebih efektif dan efisien.
"Sehingga lebih cepat membuahkan hasil, yaitu mensejahterakan rakyat Indonesia," ucap Adi.
Dalam momentum Hari Anti Korupsi Internasional yang jatuh pada Sabtu (9/12) esok, Kejaksaan Agung telah melakukan serangkaian kegiatan yang melibatkan anak-anak baik dari SD, SMP hingga SMA.
"Dan program ini kan jalan juga misalnya program Jaksa masuk sekolah, salah satu sisinya adalah bagaimana mencegah atau terhindar dari Tindak Pidana Korupsi," tandasnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
