
Banner Festival Budaya
JawaPos.com - Ini dia sinergi tiga kecamatan di Kabupaten Malang, untuk mengangkat potensi wisata di wilayahnya. Tiga wilayah itu Kecamatan Karangploso, Lawang dan Singosari, menggelar even Festival Budaya dengan tema ‘Titisan Ragam Budaya Singhasari’. Acara yang berlangsung pada 16 - 17 September ini, mengambil tempat di Graha Wiyata Outbond, Lawang.
Selama dua hari, pengunjung akan dimanjakan dengan berbagai pertunjukan seni budaya Malang. Setidaknya ada dua tari khas Malang yang bakal tampil dan dilombakan, yakni tari Topeng Bapang dan Tari Topeng Grebeg Sabrang.
Untuk tari topeng sudah siap 22 grup tari dari Malang Utara. Masing-masing grup terdiri dari 5 - 10 penari. Masing-masing dibagi menjadi dua kategori, yakni kategori SD, SMP dan SMA.
Festival yang baru kali pertama digelar ini, menurut Ketua Panitia Markus Edi Setiawan, tidak lain untuk menggairahkan pariwisata di Malang Utara. ‘’Kecamatan Lawang dan Singosari ini punya banyak peninggalan sejarah. Singosari sudah jelas kental dengan peninggal sejarah kerajaan Singhasari. Sedangkan Lawang, banyak bangunan kuno peninggalan Belanda,’’ katanya.
Untuk itulah, lanjut Edi, demi menggairahkan pariwisata di kawasan Malang utara, maka warga masyakarat Singosari dan Lawang, berinisiatif melaksanakan festival budaya ini. ‘’Karena ini baru pertama, maka panitia baru menampilkan beberapa kesenian. Ke depannya, masih banyak yang bisa digali dari Malang utara ini,’’ ujarnya.
Bukan hanya kesenian saja yang nanti mengisi festival budaya selama dua hari ini. Untuk kuliner, panitia juga mengadakan lomba masak onde-onde, yang juga merupakan salah satu kuliner khas Lawang. ‘’Onde-onde Lawang itu berbeda dengan onde-onde Mojokerto. Kalau onde-onde Mojokerto, kacang hijaunya sedikit. Sedangkan onde-onde khas Lawang, kacang hijaunya terisi penuh. Sehingga terasa empuk,’’ lanjut Edi.
Untuk lomba onde-onde ini, sudah terdaftar 25 kelompok. Setiap kelompok terdiri atas tiga orang. Para peserta itu, merupakan kelompok PKK yang ada di Kecamatan Karangploso, Singosari dan Lawang, serta UMKM kuliner.
Terkait Festival Budaya yang dilaksanakan dua kecamatan di Malang Utara ini, Kadisparbud Kabupaten Malang, Made Arya Wedanthara mengatakan, pihaknya mendukung sepenuhnya. Karena sebagai wilayah yang pernah menjadi pusat kerajaan Singhasari, dua kawasan itu banyak sekali situs-situs peninggalan kerajaan. ‘’Selain banyak situs-situs peninggalan kerajaan Singhasari, di kawasan itu ada juga desa wisata Sumber Ngepoh, yang terkenal dengan wisata sumber airnya,’’ katanya.
Menurut Made, ide festival budaya ini juga ke depannya akan mendukung Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari. Karena kawasan itu nantinya perlu even wisata pendukung. ‘’Dengan pelaksanaan ini, para pelaku wisata di tiga kecamatan itu bisa lebih serius memikirkan paket-paket wisata yang menarik di kawasan Malang Utara,’’ pungkasnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
