
Foto udara perumahan di kawasan Depok, Jawa Barat, Minggu (6/10/2024). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Asosiasi pengembang ikut angkat bicara terkait penyesuaian tarif pajak pertambahan nilai (PPN) tahun depan. Wakil Ketua Umum DPP Real Estate Indonesia (REI) Bambang Ekajaya memang PPN naik dari 11 ke 12 persen sepertinya hanya 1 persen.
Tapi efek kenaikan ini berlaku untuk semua kegiatan. Jadi, efek untuk properti mulai bahan bangunan, upah tenaga kerja, juga kenaikan UMP di 2025 membuat harga properti akan bergerak.
"Artinya kenaikan yang akan terjadi tentu berkali-kali lipat dari 1 persen," ungkapnya kepada Jawa Pos.
Memang di 2025 ada perpanjangan pertambahan nilai ditanggung pemerintah (PPNDTP) untuk properti sampai dengan harga Rp 5 miliar. Tapi kenyataannya ada syarat yang memberatkan pengembang untuk bisa mendapat fasilitas insentif tersebut. Yaitu peruntukannya hanya untuk properti yang ready unit.
Umumnya, pengembang lebih banyak menjual sistem indent dalam menjual propertinya. Karena keterbatasan permodalan. Artinya properti yang indent tidak bisa mendapatkan insentif PPNDTP.
Lalu efek yang ditimbulkan memperlemah daya beli masyarakat. Ujungnya kemampuan dan kemauan membeli properti akan turun.
Tentu dengan tambahan kenaikan PPN 12 persen, konsumen properti indent akan berpikir ulang dalam membeli. Apalagi harga dasar properti juga naik akibat kenaikan harga material bangunan dan upah tenaga kerja.
"Karena itu kami mengusulkan rumah indent bisa mendapat insentif PPNDTP. Walau nilainya tidak sebesar PPNDTP ready unit. Misal 50 persennya dari PPNDTP ready unit," ujar Bambang.
Tentu dengan term and condition yang ketat untuk pengembang yang bisa mendapatkan insentif tersebut. Misalnya, maksimal indent satu tahun.
Pengembang harus punya reputasi baik untuk proyek-proyek yang lainnya, terdaftar di asosiasi yang diakui pemerintah, dan punya kerjasama dengan perbankan. "Ini usulannya mirip dengan insentif PPNDTP kendaraan listrik dan mobil hybrid. Keduanya dapat insentif tapi bereda besarannya. Semoga konsep tersebut bisa diaplikasikan di bisnis properti," tandasnya.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
