
Ilustrasi show unit apartemen Synthesis Residence Kemang
JawaPos.com - Tawaran konsep lokal Javanese Etnic dalam pengembangan Synthesis Residence Kemang diyakini memberikan nilai lebih bagi konsumen yang menginginkan hunian vertikal dengan gaya khas di tengah kota Jakarta.
Gladisena Perantama, arsitek Airmas Asri, konsultan yang menangani pembangunan apartemen Synthesis Residence Kemang mengungkapkan bahwa perkembangan dunia arsitektur dalam 10 tahun terakhir lebih mengedepankan unsur lokal. Hal ini, lanjutnya, juga sesuai dengan suasana di Kemang yang sangat kental nuansa etnik, khususnya etnik Jawa bergaya Keraton Yogyakarta.
"Atas dasar itu, kami sepakat mengangkat Javanese Etnic untuk pengembangan apartemen Synthesis Residence Kemang," ujar Gladisena dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (30/11).
Hunian strata title yang dibangun di atas lahan seluas 2 hektar (ha) memiliki total hunian sebanyak 1.188 unit. Rencananya akan dibangun tiga tower, yakni dua tower di belakang (Nakula dan Sadewa) dan Tower Arjuna yang berada paling depan.
"Pilihan ke konsep lokal dalam perancanangannya karena kalangan ekspatriat dan calon buyer lain secara keseluruhan lebih menyukai unsur-unsur etnik lokal ketimbang nuansa Eropa dan Mediterania," ungkap Sena.
Menurut Sena, bersama developer, pihaknya juga sepakat membawa proyek ini agar semaksimal mungkin berkontribusi terhadap lingkungan. Hal itu diwujudkan dalam penerapan trotoar yang luas, pemanfaatan lahan untuk ruang terbuka hijau, hingga open space yang bisa dimanfaatkan oleh penghuni maupun masyarakat sekitar.
"Dengan begitu, kami berharap keberadaan Synthesis Residence Kemang nantinya tidak hanya memberi manfaat bagi para pemilik unit di dalamnya, namun juga untuk masyarakat secara keseluruhan," jelasnya.
Dengan segala keunggulan konsep yang dimilikinya, kata Sena, pihaknya sangat yakin keberadaan Synthesis Residence Kemang akan mencuri perhatian konsumen, khususnya dalam segmen hunian apartemen high-end di Jakarta.
"Meski pasar di bisnis apartemen saat ini cukup sengit, kami sangat yakin proyek apartemen ini memiliki keunggulan dan nilai lebih untuk dapat memenangkan persaingan," pungkasnya.
Project Manager Airmas Asri, Hilman Adi mengatakan selain mengembangkan Synthesis Kemang Residence, pihaknya juga telah bekerja sama menghasilkan banyak proyek ikonik lain sebelumnya seperti The Lavande Residence, Kalibata City, hingga proyek monumental Balai Sarbini.
Menurut Hilman, proyek yang tengah digarap pihaknya juga tersebar hingga ke mancanegara.
"Beberapa proyek kami lainnya ada di Oman, dan Malaysia. Kemudian, ada beberapa lagi yang lain. Bentuknya macam-macam, ada residensial, office, apartemen dan sebagainya. Namun, keahlian kami secara spesifik adalah bangunan high-risk," tambahnya.
"Jadi bisa dibilang, proyek ini memiliki dua sisi perwajahan sekaligus, yaitu yang sifatnya public space dan secara bersamaan juga punya private area. Ini jelas menantang secara konsep arsitektur," tambahnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
