
Presiden Prabowo Subianto. (Youtube Setpres)
JawaPos.com - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat dalam menyampaikan aspirasi. Menurutnya, pemerintah tidak hanya mendengar masukan dari kalangan akademisi, tetapi juga dari masyarakat umum yang menyampaikan keluhan maupun gagasan melalui media sosial.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) yang dihadiri sekitar 2.600 peserta, terdiri dari rektor, guru besar, dan akademisi, di Jakarta Convention Center, Minggu (28/6).
Dalam forum itu, Prabowo menerima sejumlah rekomendasi dan pertanyaan yang dirumuskan para peserta konvensi. Ia memastikan, seluruh masukan tersebut akan dipelajari secara serius sebagai bahan pertimbangan pemerintah dalam merumuskan kebijakan.
"Saya terima daftar usulan dan daftar pertanyaan yang tadi disampaikan cukup banyak. Saya janji satu-satu akan saya perhatikan. Saudara-saudara, jangankan usul dari profesor, usul dari anak di desa yang sampai langsung ke saya lewat TikTok atau apa, saya segera tindaklanjuti," tegas Prabowo.
Baca Juga:Hizbullah Menolak Perjanjian Israel-Lebanon Saat Serangan Israel Menghantam Wilayah Selatan
Ia menjelaskan, pemerintah harus memiliki keberanian untuk menghadapi berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat. Baginya, sebuah negara tidak akan berkembang jika menutup mata terhadap tantangan yang dihadapi.
"Karena saya berkeyakinan bahwa kesulitan itu harus dihadapi. Kesulitan harus dihadapi, dan kita harus berani menghadapi kesulitan, berani mengakui kesulitan, dan kerja keras mencari solusi terhadap kesulitan," jelasnya.
Prabowo juga menyoroti peran kemajuan teknologi yang dinilainya mampu mempercepat penyampaian informasi dari berbagai daerah. Dengan dukungan media sosial dan teknologi digital, pemerintah dapat mengetahui persoalan yang terjadi di wilayah terpencil dalam waktu singkat sehingga penanganannya bisa dilakukan lebih cepat.
"Teknologi bisa membuat itu. Kesulitan di satu desa di Nias langsung dan itu kita selesaikan dalam waktu cepat," ucapnya.
Meski demikian, Prabowo mengingatkan bahwa perkembangan teknologi juga memiliki dua sisi. Ia mencontohkan teknologi nuklir yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi, tetapi juga memiliki potensi risiko apabila tidak dikelola secara bijak.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
15 Kata Cristiano Ronaldo ke Lionel Messi Setelah sang Ayah Meninggal Dunia
Biaya Nany Widjaja untuk Lobi Pembelian Tanah Rp 50 M, Harga Tanah Hanya Rp 30 M
Bentrokan di USS Abraham Lincoln: 7 Prajurit Dilaporkan Tewas di Tengah Perang dengan Iran
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
