Logo JawaPos
Author avatar - Image
26 September 2025, 16.04 WIB

Prabowo dan PM Kanada Gelar Penandatanganan soal Perdagangan hingga Pertahanan

Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Kanada Mark Carney menyaksikan upacara penandatanganan nota kesepahaman di West Block, Parliament Hill, Ottawa, Rabu (24/9). (Istimewa) - Image

Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Kanada Mark Carney menyaksikan upacara penandatanganan nota kesepahaman di West Block, Parliament Hill, Ottawa, Rabu (24/9). (Istimewa)

JawaPos.com - Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Kanada Mark Carney menyaksikan upacara penandatanganan nota kesepahaman antara Indonesia dan Kanada di West Block, Parliament Hill, Ottawa, Rabu (24/9). Agenda tersebut menjadi salah satu momen penting dalam kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo ke Kanada.

Indonesia dan Kanada menandatangani tiga kesepakatan utama yang mencakup bidang perdagangan, pertahanan, serta koneksi antarpelaku usaha. Kesepakatan ini menandai penguatan hubungan bilateral sekaligus membuka peluang kolaborasi baru yang lebih luas dan berkelanjutan.

Kesepakatan pertama adalah Indonesia–Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA) yang ditandatangani Menteri Perdagangan RI dan Menteri Perdagangan Internasional Kanada. Presiden Prabowo menyebut CEPA sebagai momentum bersejarah dalam hubungan kedua negara.

“Saya sangat senang berada di sini untuk penandatanganan CEPA dan saya pikir ini akan menjadi momen bersejarah. Ini akan terbukti sebagai tonggak yang signifikan,” kata Prabowo.

ICA-CEPA menghadirkan kepastian hukum sekaligus memperluas akses pasar. Kanada berkomitmen menghapus 90,5 persen tarif impor untuk produk asal Indonesia, sementara Indonesia meliberalisasi 85,8 persen pos tarif. 

Implementasi perjanjian ini diproyeksikan mendorong ekspor Indonesia ke Kanada hingga USD 11,8 miliar pada 2030, menambah pertumbuhan PDB nasional sebesar 0,12 persen, serta meningkatkan investasi sebesar 0,38 persen. Selain itu, CEPA juga menjamin transparansi regulasi, perlindungan investasi, serta penguatan kerja sama di bidang UMKM, lokapasar digital, kekayaan intelektual, dan perdagangan berkelanjutan.

Kesepakatan kedua adalah nota kesepahaman kerja sama pertahanan antara Kementerian Pertahanan RI dan Departemen Pertahanan Nasional Kanada. MoU ini melengkapi kesepahaman yang telah diteken pada Agustus 2025, serta memperluas ruang kerja sama pertahanan, termasuk partisipasi Kanada dalam latihan Super Garuda Shield, pelaksanaan dialog pertahanan reguler, hingga penguatan industri militer jangka panjang.

“Kami menghargai hubungan kami dengan Kanada. Kami ingin mengirim lebih banyak anak muda kami untuk belajar di sini, dilatih di sini, dan bekerja sama dalam bidang pertahanan di masa depan,” ucap Prabowo.

Adapun kesepakatan ketiga adalah MoU on Cooperation in Commerce, Trade, and Investment yang ditandatangani Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan Ketua Business Council of Canada (BCC).

Meskipun bersifat business-to-business, MoU ini diharapkan mampu memperkuat keterhubungan dunia usaha kedua negara sekaligus mendukung implementasi ICA-CEPA.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa kunjungannya ke Ottawa tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menghasilkan capaian konkret bagi kedua bangsa. Ia bahkan menyinggung kerja keras dalam proses finalisasi CEPA.

“Kami mempelajari 9 ribu halaman dokumen perjanjian, ya itu benar, kami begadang semalaman. Tapi bagaimanapun, kami ada di sini untuk menyaksikan dan menandatangani perjanjian besar ini. Jadi saya sangat bangga, saya sangat beruntung menjadi Presiden Indonesia yang membawa ini kembali ke Indonesia,” pungkasnya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore