
Mantan Menteri Ekonomi Kwik Kian Gie usai melakukan pertemuan tertutup di Posko Rumah Cemara
JawaPos.com - Ekonom Kwik Kian Gie mengaku takut menyampaikan pendapat berbeda atau berlawanan dengan pemerintah saat ini. Sebab lawan dia adalah buzzer. Namun, hal itu direspons Wakil Ketua DPR Aziz Syamsuddin dengan enteng.
"Jika masyarakat takut diserang buzzer. Maka membalasnya harus pakai buzzer juga.
Namanya dunia teknologi ya silahkan saja tidak ada masalah," ujar Aziz di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (10/2).
Menurut Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini pemerintah juga tidak masalah dengan kritikan yang disampaikan oleh masyarakat. Asalkan kritik tersebut bersifat membangun.
"Kritikan itu sepanjang kritik membangun bagus. Supaya ada check and balance. Saya mendukung tinggal kritiknya adalah membangun, ada solusi," katanya.
Aziz juga menambahkan, kritikin tersebut bisa lewat mana saja. Terpenting kritikan tersebut bersifat membangun membuat pemerintah lebih baik lagi. "Bisa lewat lisan, bisa melalui media, bisa melalui tulisan," ungkapnya.
Baca Juga: Jhoni Allen Disebut Jadi Otak Kudeta, Elite Demokrat Bakal Blak-blakan
Sebelumnya, Kwik Kian Gie mengaku takut menyampaikan pendapat berbeda atau berlawanan dengan pemerintah saat ini. Ia khawatir usai mengemukakan pendapat berbeda dengan rezim akan langsung diserang buzzer di media sosial. Menurutnya, pendapat berbeda yang diutarakan bukan untuk menyerang, melainkan memberi masukan alternatif yang mungkin bisa digunakan.
"Saya belum pernah setakut saat ini mengemukakan pendapat yang berbeda dengan maksud baik memberikan alternatif. Langsung saja di-buzzer habis-habisan, masalah pribadi diodal-adil," kata Kwik.
Mantan Menteri Koordinator Bidang Ekonomi dan Industri era Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu kemudian membandingkan saat dirinya menyampaikan kritik saat Soeharto berkuasa.
Kwik mengaku leluasa melontarkan kritik ke rezim Orde Baru di kolom harian media cetak. Menurutnya, kritik yang dirinya sampaikan saat itu juga tergolong tajam. "Buktinya tidak sekalipun ada masalah, berbeda dengan saat ini" katanya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
