
Suharso Manoarfa saat ditetapkan sebagai pelaksana tugas Ketua Umum PPP, Sabtu (16/3) HENDRA EKA/JAWA POS
JawaPos.com - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) akan kembali membahas soal posisi pelaksana tugas (Plt) Ketua Umumnya. Pembahasan itu akan menjadi menu utama di Musyawarah kerja nasional (Mukernas) IV 19-20 Juli di Serang, Banten.
Ketua DPP PPP Rusli Efendi mengatakan, hajatan tersebut digelar untuk meminta pandangan dari para seluruh Ketua DPW seluruh Indonesia tentang jabatan ketua umum. Sebab sampai saat ini jabatan ketua umum masih Plt yang diisi oleh Suharso Monoarfa.
"Nanti kita akan mendengar masukan ketua-ketua DPW seluruh Indonesia yang menjadi peserta Mukernas," ujar Rusli di Kantor DPP PPP, Jakarta, Rabu (17/7).
Hasil dari pertimbangan di Mukernas tersebut nantinya akan dibawa ke forum tertinggi PPP yakni Muktamar. Dalam Mukernas itu juga bisa ditetapkan apakah akan mempercepat penyelenggaran Muktamar atau tidak. Karena di Muktamar itu akan dipilih Ketua umum PPP pengganti Romyhurmuziy yang saat ini mendekam di rumah tahanan KPK.
"Juga tidak mustahil bahwa Mukernas punya kewenangan juga atas permintaan peserta Mukernas nanti Muktamar bisa dipercepat, kita lihat nanti," katanya.
Rusli menambahkan, dalam hajatan Mukernas nanti juga akan dibahas mengenai posisi menteri di kabinet Joko Widodo (Jokowi) dan Ma'ruf Amin. Termasuk juga dipilih nama-nama kader yang bakal diajukan PPP ke Presiden Jokowi.
"Kita juga akan mendengar masukan dari DPW peserta Mukernas, tapi kan kita layak masuk kabinet tapi kita sesuai dengan mekanisme," ungkapnya.
Adapun Mukernas PPP ke-IV tersebut, mengambil tema, Revitalisasi PPP untuk Indonesia Maju dan Berkeadilan. Tema itu dipilih karena salah satu pembahasannya adalah soal evaluasi di Pileg dan Pilpres 2019.
Evaluasi Pileg dan Pilpres ini penting. Karena PPP balum lama ini terkena musibah, bekas ketua umumnya Romahurmuziy terkena operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
"Meminta masukan dan laporan terkait pelaksanaan Pileg di daerah khususnya bahwa kita tau PPP ada ujian, bahkan kursinya berkurang ketimbang sebelumnya 2014, 2019 yang terjadi penurunan," pungkasnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
