
Mendagri Tjahjo Kumolo saat diwawancarai awak media (Sabik)
JawaPos.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo meminta tim pemantau pemilu dapat mendeteksi adanya 'serangan fajar'. Pasalnya, Praktik politik uang sangat mungkin terjadi dalam waktu pencoblosan surat suara pada Pemilu Serentak 2019.
"Serangan fajar dan politik uang segera hindari dan deteksi karena itu merupakan racun demokrasi yang sangat berbahaya dan dapat mengganggu proses konsolidasi demokrasi kita ke depan,” kata Tjahjo di kantornya, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (11/4).
Sebagai bentuk perlawanan dan tindakan negatif atas hal-hal yang dapat mengganggu terselenggaranya proses Pemilu Serentak 2019. Tjahjo menilai, politik uang merupakan racun demokrasi.
Tjahjo kemudian mengkritisi masa kampanye yang dinilai terlalu lama, sehingga diperlukan pengawasan yang ketat dan serius agar tidak ada hal-hal yang dapat mencederai proses demokrasi.
"Jadwal kampanye yang cukup panjang ini saya harap bisa dibahas dan dievaluasi ke depan agar Pemilu 2024 bisa lebih efektif, efisien untuk mewujudkan sistem Presidensil dan terpilih pemimpin yang amanah,” tegas Tjahjo.

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
