
Wakil Ketua Komisi IX DPR Ikhsan Firdaus mengungkapkan, persoalan buruh migran di luar negeri dalam setahun terakhir mengalami penurunan.
JawaPos.com - Wakil Ketua Komisi IX DPR Ikhsan Firdaus mengungkapkan, persoalan buruh migran di luar negeri dalam setahun terakhir mengalami penurunan. Itu berdasarkan data milik pemerintah dan Migrant Care.
“Itu bukti bahwa pemerintah, tetap fokus melindungi buruh migran. Seperti contoh kasus terbaru Siti Aisyah di Malaysia yang akhirnya bebas dan bisa kembali pulang ke Banten,” kata Ikhsan dalam Diskusi Empat Pilar MPR kerjasama Biro Humas Setjen MPR RI dengan Koordinatoriat Wartawan Parlemen, di Senayan, Senin (18/3).
Legislator Golkar itu juga menuturkan, untuk melindungi tenaga kerja Indonesia di luar negeri, memang diperlu moratorium pengiriman terutama yang unskill (pekerja yang tak memiliki keterampilan khusus). Itu sebetulnya sudah ada di UU No.18 Tahun 2017 terkait perlindungan pekerja migrant Indonesia.
“Tinggal butuh peraturan turunannya saja. Saya sangat berharap ke depan juga ada agreement atau MoU yang jelas antara pemerintah kita dengan negara lain, terutama tentang segala hal terkait perjanjian kerja TKI,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Divisi Advokasi Migrant Care Nur Hasono mengatakan, soal TKI unskill sebetulnya selama ini bukanlah satu-satunya faktor. Ada beberapa faktor lain yang menyumbang banyak terhadap permasalahan seputar buruh migran.
“Faktor lainnya adalah inkonsistensi penempatan kerja. Pekerja yang memiliki skill bidang A malah di tempatkan agen dipekerjaan bidang B. Ini terjadi di beberapa negara penempatan,” terangnya.
Belum lagi, lanjutnya, para pekerja tiba-tiba berhadapan dengan pemberi kerja atau majikan yang ‘usil’ dan memiliki anggapan bahwa buruh itu adalah budak sehingga bisa seenaknya melakukan apa saja.
"Walaupun skill para pekerja ada, tapi masalah-masalah seperti itu yang menjadi beban berat buat pekerja dan menjadi masalah berkepanjangan. Ini harus jadi perhatian pemerintah," ujarnya.
Karena itu, lanjutnya, butuh keseriusan dan komitmen dari semua pihak untuk memperbaiki persoalan buruh migran. "Jika tidak ada itikad bersama ya maslah lama akan terus berulang," pungkasnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
