
Paslon Asyik memaerkan kaus ketika debat publik di Universitas Indonesia belum lama ini.
JawaPos.com - Gelaran debat Pilgub Jabar di Universitas Indonesia beberapa waktu lalu sempat diwarnai kericuhan. Ketika itu, pasangan calon gubernur dan wakil gubernur jagoan PKS-Gerindra, Sudrajat serta Syaikhu secara mengejutkan memamerkan kaus bertagar '2019 Ganti Presiden'.
Tak sedikit yang menyebut manuver Sudrajat-Syaikhu buat mendongkrak elektabilitas dan popularitasnya. Namun, 'jurus kaus' mereka tak lantas berefek apa-apa.
Setidaknya hal itu terlihat dari hasil survei Indikator Politik. Paslon Asyik hanya berada diposisi ketiga dengan persentase 5,3 persen suara.
Terpaut jauh dengan kandidat lainnya, seperti Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul (Rindu) dan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi (Duo DM) yang telah meraup suara lebih dari 35 persen.
Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Sadzily mengatakan, aksi yang dilakukan Paslon Asyik jelas tak mengubah apapun. Justru paslon yang diusung partainya, 'Duo DM' meraih hasil signifikan.
"Ini yang saya kira saya senang sekali tidak terpotret sama sekali, artinya bahwa ketika dalam debat kandidat kemarin ada yang coba mengkaitkan pilkada Jawa Barat ini dengan 2019 ganti presiden ternyata enggak mempan," kata Ace di kantor Indikator Politik, Jakarta, Kamis (7/6).
Apalagi, kata Ace, situasi peta kekuatan politik di Jawa Barat sekarang telah berubah. Dalam pilpres 2014 lalu, Prabowo Subianto memang memenangkan suara di bumi pasundan.
Kini, data baru menunjukkan bahwa justru masyarakat Jabar mengaku puas dengan Jokowi.
"Di Jabar ini tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Pak Jokowi angkanya 67 persen, artinya ini modal yang sangat kuat Pak Jokowi untuk memenangkan pilpres," ucap Ace.
Atas dasar itu, Ace meminta kepada seluruh tim pemenangan paslon untuk tak menarik-narik isu nasional dalam pilkada. Sehingga aksi-aksi semacam 2019 presiden ganti presiden dinilainya tak tepat.
"Oleh karena itu dalam beberapa hal kita dapat mengambil kesimpulan relatif masalah nasional tidak memiliki korelasi secara langsung terhadap suasana di Jabar," tutupnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
