
Tinta ungu sebagai simbol keterlibatan pemilih dalam pemilu. Makin banyak pengguna tinta maka makin kecil angka Golputnya.
JawaPos.com - Gerakan kampanye untuk mengurangi angka golput makin gencar dilakukan oleh sejumlah kelompok masyarakat. Salah satu idenya dengan menggelar lomba cipta lagu pemilu.
“Golput bukan hanya tanggung jawab penyelenggara pemilu. Tapi kita juga harus bisa sama-sama menyadarkan. Terutama kalangan generasi milineal yang semakin apatis soal pemilu," ujar Monica Anggi JR yang merupakan penggagas acara tersebut kepada JawaPos.com.
Anggi yang juga bagian dari Gerakan Ayo Memilih juga menuturkan, selain mengurangi angka golput, dirinya juga berharap jangan sampai terjadi perpecahan. Pengalaman Pilkada Jakarta di era Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok cukup mendalam. Masyarakat terbelah. Sentimen primordialisme meningkat. Keakraban warga berganti permusuhan.
"Kepercayaan antara komunitas berkurang. Apa jadinya jika suasana muram itu berulang ke tingkat nasional, dalam musim Pilpres ini, sambung Monica," paparnya.
Karena itu, lomba lagu pun dirancang agar semua masyarakat Indonesia bisa ikut pemilu dengan riang gembira. Monica pun sudah menyiapkan lirik lagu yang mengajak warga gunakan hak pilih. Satu suara menentukan.
Bahasa lagu cukup gaul karena target utama lomba ini memang generasi mileneal. Menurut Monica, pihak panitia meminta pengamat politik Denny JA membuat lirik. "Kami memilihnya karena ia seorang sastrawan, ia juga punya wawasan membangun kultur demokrasi," kata Monica.
Pemenang lomba lagu akan mendapatkan hadiah Rp 100 juta. Adapun lagu pemenang, lanjut dia, akan dibawakan oleh para penyanyi papan atas Tanah Air.
"Kontes lagu ini pada dasarnya hanya memusikalisasi lirik 'Satu Suara, Membuat Beda' karya Denny JA. Lirik sudah ada. Yang dilombakan hanya lagunya (musiknya). Penyerahan lagu berlangsung dari 15 Oktober sampai 30 November 2018," terangnya.
Monica dibantu oleh dua kawan sejawatnya Riris Puri dan Arie Prijono menjadi panitia Gerakan Ayo Memilih. Juri-juri untuk kontes lagu juga dipilih dari kalangan musisi ternama, yakni Ronny dan Edwin (Band Cokelat), dan Enda (Band Ungu).
Untuk mengikuti kontes, caranya cukup mudah. Peserta cukup mengunggah video lagunya di akun YouTube masing-masing. Peserta juga diharapkan mengisi data diri dan menyerahkan link video mereka di laman resmi Gerakan Ayo Memilih. Peserta juga diwajibkan mengikuti menjadi follower di akun media sosial Gerakan Ayo Memilih di Twitter, Facebook, dan Instagram.
"Semakin banyak yang berpartisipasi semakin baik karena pemilu ini juga pentas bagi semua masyarakat Indonesia," pungkas Monica.
Berikut cuplikan liriknya:
Ini pesta demokrasi
Kita pilih pemimpin negri
Boleh beda jangan benci
Berkompetisi, jangan sensi
Jangan sembarang memilih
Ingat saja pesan kakek
Pastikan yang kamu pilih

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
