Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 14 Maret 2025 | 03.04 WIB

Pernyataannya soal Nikahkan Wanita Indonesia dengan Pemain Naturalisasi Dinilai Seksis, Ahmad Dhani Bakal Dipanggil MKD

Pasangan artis sekaligus anggota DPR terpilih masa bakti 2024-2029 dari Partai Gerindra Ahmad Dhani Prasetya dan Mulan Jameela duduk mengikuti rapat paripurna perdana di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/10/2024). (Dery Ridw

 
 
JawaPos.com - Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI bakal memanggil Anggota Komisi X DPR Ahmad Dhani, pada pekan depan. Upaya pemanggilan itu setelah MKD menerima surat dari Komnas Perempuan lantaran pernyataannya terkait naturalisasi dinilai seksis.
 
"Surat dari Komnas Perempuan sudah ada di MKD. Ya, kita akan panggil Ahmad Dhani untuk mencoba klarifikasi tersebut," kata Ketua MKD DPR, Nazaruddin Dek Gam, kepada wartawan, Kamis (13/3). 
 
Dek Gam mengungkapkan, Komnas Perempuan baru sekadar mengirim surat, belum mengirim perwakilan ke DPR. Ia tak menampik, Ahmad Dhani dipermasalahkan lantaran pernyataan yang viral belakangan ini.
 
"Ya, terkait itu yang viral sekarang. Iya (seksis), perempuan-perempuan gitu lah ya," tegasnya.
 
Terpisah, Komnas Perempuan menilai, Ahmad Dhani melecehkan perempuan dengan menganggap bahwa perempuan hanya mesin reproduksi anak. Ahmad Dhani sempat menyinggung agar pemain Timnas sepak bola Indonesia di atas 40 tahun dinikahkan dengan perempuan Indonesia.
 
"Dengan beralibi 'out of the box' dan intonasi bercanda, AD mengusulkan agar naturalisasi diperluas bagi pemain bola 'di atas 40 tahun dan mungkin yang duda' untuk dinikahkan dengan perempuan agar menghasilkan keturunan 'Indonesian born' yang dinilainya akan bisa memiliki kualitas keterampilan sepakbola yang lebih baik," Ketua Komnas Perempuan Andy Yentriyani, Rabu (12/3).
 
"Pernyataan AD dinilai melecehkan karena menempatkan perempuan sekadar mesin reproduksi anak, pelayan seksual suami," sambungnya.
 
Komnas Perempuan menganggap, pernyataan Ahmad Dhani terkesan mengeksploitasi perempuan. Bahkan, Dhani juga dinilai merendahkan martabat bangsa dengan kalimat yang rasis.
 
"Pernyataan ini juga merendahkan martabat Indonesia dengan rasisme karena seolah kualitas laki-laki pesepakbola dari luar negeri memiliki sifat genetik yang lebih baik daripada dari Indonesia. Kalimat rasis tampak dalam penekanan agar naturalisasi tidak kepada yang 'bule' karena ras Eropa yang berbeda," pungkasnya.
 
Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore