Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 4 Agustus 2024 | 15.24 WIB

Jangan Hanya Sakadar Minta Maaf, Hasto Minta Jokowi Pertanggungjawabkan Kebijakan di Hadapan Rakyat

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto saat diskusi memperingati hari lahir Bung Karno di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Kamis (6/6/2024). - Image

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto saat diskusi memperingati hari lahir Bung Karno di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Kamis (6/6/2024).

JawaPos.com - Permintaan maaf Presiden Jokowi di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis (1/8) mendapat respons dari PDIP. Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyatakan bahwa seluruh kebijakan Presiden Jokowi harus dipertanggungjawabkan di hadapan rakyat.

Hasto mencontohkan data impor beras yang justru belakangan ini dilakukan pemerintah. Sebab, tersiar kabar pemerintah melakukan impor beras sebanyak 6 juta ton tahun ini.

"Partai menegaskan bahwa kebijakan-kebijakan dari seorang presiden itu dipertanggungjawabkan di hadapan rakyat. Contohnya kami yang selama ini getol menolak impor beras sekarang terbukti bahwa data-data yang sebelumnya disampaikan ternyata manipulatif," kata Hasto di Sekolah Partai PDIP, Sabtu (3/8) malam.

Hasto menegaskan, berbagai kebijakan Presiden Jokowi seharusnya dipertanggungjawabkan lebih dahulu, bukan justru menyampaikan permintaan maaf.

"Kebijakan-kebijakan itulah yang harus dipertanggungjawabkan terlebih dahulu kepada rakyat dan itu harus kedepankan, bukan permintaan maafnya dulu," tegas Hasto.

Sebelumnya, permohonan maaf itu disampaikan Jokowi saat acara Zikir dan Doa Kebangsaan 79 Tahun Indonesia Merdeka di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/8) malam. Jokowi minta maaf atas kesalahan atau kekhilafan selama memimpin Indonesia sejak 2014.

"Bapak/Ibu sekalian, Saudara-Saudara sebangsa dan se-Tanah Air, dalam kesempatan yang baik ini, di hari pertama bulan kemerdekaan, Agustus, dengan segenap kesungguhan dan kerendahan hati, izinkanlah saya dan Profesor Kiai Haji Ma'ruf Amin, ingin memohon maaf yang sedalam-dalamnya atas segala salah dan khilaf selama ini, khususnya selama kami berdua menjalankan amanah sebagai Presiden Republik Indonesia dan Wakil Presiden Republik Indonesia," ucap Jokowi.

"Kami sangat menyadari bahwa sebagai manusia, kami tidak mungkin dapat menyenangkan semua pihak. Kami juga tidak mungkin dapat memenuhi harapan semua pihak," sambungnya.

Jokowi mengaku dirinya bukan makhluk yang sempurna. Menurut dia, kesempurnaan hanya milik Allah SWT. "Saya tidak sempurna, saya manusia biasa, kesempurnaan itu hanya milik Allah SWT. Hanya milik Allah, kerajaan langit dan bumi, serta apapun yang ada di dalamnya, dia maha kuasa atas segala sesuatu," pungkas Jokowi.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore