
TASYAKURAN: Partai Gerindra merayakan HUT ke-15 di gedung DPR kemarin (8/2). Gerindra tetap akan bersama dengan PKB untuk menentukan nama capres-cawapres yang diusung pada Pilpres 2024. (HENDRA EKA/JAWA POS)
JawaPos.com - Partai Demokrat menanggapi santai pergerakan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Nasdem. Sebelumnya, dua parpol rekan Koalisi Perubahan itu telah menjalin komunikasi dengan partai lain. Yakni, Golkar.
Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra mengatakan, pertemuan PKS dengan Golkar itu sudah dikomunikasikan di internal. ”Bagi Demokrat, semangat Koalisi Perubahan adalah semangat kolaborasi dalam membangun bangsa ini. Semangat kebersamaan," ujar Herzaky Mahendra Putra.
Herzaky menuturkan, pergerakan partai di Koalisi Perubahan bukan indikasi terjadinya keretakan. Bahkan, dia menyebut justru koalisinya termasuk yang terdepan progresnya. Selain itu, menjadi satu-satunya koalisi yang sudah punya bakal calon presiden. "Hanya, kami tetap terbuka dengan teman-teman lain," ucapnya.
Ketua DPP Partai Golkar Tubagus Ace Hasan Syadzily mengatakan, pihaknya siap membuka pintu jika Demokrat ingin berkunjung ke Golkar. Terlebih, selama ini komunikasi informal sudah berjalan baik. "Sebetulnya, komunikasi kami sangat baik," ujarnya.
Politikus kelahiran Jawa Barat itu menambahkan, terbukanya sikap Golkar bukan berarti galau. Namun, bentuk keterbukaan.
Sementara itu, di barisan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR), sejauh ini belum ada pengumuman siapa kemungkinan calon Wapres. Yang jelas, Gerindra berjanji akan meminta persetujuan PKB sebelum menentukan bakal kandidat yang diusung pada Pilpres 2024.
Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto akan bertemu dengan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar untuk memutuskan pasangan capres-cawapres. Namun, Muzani belum bisa memastikan kapan pertemuan itu dilaksanakan.
Yang jelas, pihaknya akan mencari waktu yang tepat. "Pada waktunya nanti Pak Prabowo dan Pak Muhaimin akan bertemu,” ujarnya di kompleks parlemen, Senayan, kemarin (8/2).
Wakil ketua MPR RI itu menegaskan, pihaknya tidak akan memutuskan pasangan capres-cawapres tanpa persetujuan PKB. Muzani juga mengatakan bahwa Prabowo sudah mengetahui hasil ijtimak ulama yang merekomendasikan agar Muhaimin diusung menjadi capres atau cawapres. Hal itu akan menjadi pertimbangan dalam mengambil keputusan.
Sebelumnya, Muhaimin mengatakan, sampai saat ini memang belum ada keputusan soal siapa yang akan diusung sebagai capres dan cawapres di KKIR. Namun, PKB maupun Gerindra memiliki capres. PKB mengusulkan dirinya sebagai capres dan Gerindra mengusung Prabowo. Dia mengatakan, PKB dan Gerindra masih mempunyai waktu untuk menentukan sosok capres-cawapres.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
