
Ilustrasi logo Unilever
JawaPos.com - PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) terus memonitor secara intensif sentimen pelaku pasar modal terhadap pergerakan harga saham Unilever Indonesia, sejalan dengan perkembangan kinerja perseroan di setiap periode. Terdapat sentimen positif para pelaku pasar modal yang merefleksikan kinerja perseroan pada kuartal I-2022.
"Hasil kuartal 1 tersebut mulai menunjukkan bahwa lima strategi prioritas kami tepat sasaran, sehingga kami percaya bahwa Perusahaan telah berada di jalur yang benar untuk membangun pertumbuhan bisnis yang lebih cepat dan berkelanjutan,” ujar Coorporate Secretary Reski Damayanti dalam keterangannya, Kamis (19/5).
Peningkatan harga komoditas dan pemulihan daya beli masyarakat menjadi tantangan utama bagi perseroan untuk terus kreatif dan efisien dalam menjawab kebutuhan pasar.
“Unilever, sebagai emiten akan tetap berusaha kompetitif, dan senantiasa menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan di tengah persaingan yang sangat ketat,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan, terkait dengan rumor PHK massal yang saat ini merebak di media sosial, Reski menyatakan bahwa manajemen dan perusahaan selalu menghormati aspirasi karyawan dari berbagai platform resmi yang ditujukan untuk menyampaikan aspirasi serta berdialog secara konstruktif.
Ke depannya perseroan berharap proses transisi dapat berjalan dengan lancar, bagi kebaikan semua dan sesuai dengan peraturan yang berlaku di Indonesia. Namun disaat sama, manajemen menyesalkan pemberitaan yang bersifat pembelokan fakta dan tidak akurat.
“Terkait pemberitaan yang menyebutkan bahwa perusahaan kembali melakukan PHK kembali pada 65 karyawan, kami sampaikan bahwa informasi tersebut tidak benar dan menyesatkan,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, pada awal April 2022 perusahaan melakukan penyesuaian pada unit-unit spesifik yang telah berakhir masa operasionalnya. Jumlah karyawan yang terdampak penyesuaian operasional ini adalah 161 karyawan, tidak ada penambahan.
Dari jumlah tersebut, mayoritas karyawan terdampak, yakni 96 orang telah menandatangani persetujuan untuk menerima paket pesangon yang disiapkan, sementara 65 karyawan lainnya memutuskan belum menerima. Pesangon yang ditawarkan Perusahaan memiliki nilai yang melebihi standar kewajiban yang ditetapkan undang-undang.
Perseroan juga memberikan berbagai dukungan lain, seperti insentif tambahan, pelatihan dan serangkaian paket manfaat yang akan mendukung kesiapan karyawan terdampak agar dapat tetap produktif pasca menyelesaikan masa kerja perusahaan.
"Bagi Perusahaan, ini bukan keputusan yang mudah. Namun untuk dapat bertahan di tengah situasi yang terus berubah, dan agar dapat tetap relevan di masa depan (future-fit) kami perlu secara berkesinambungan melakukan transformasi pada keseluruhan rantai operasi bisnis Perusahaan,” tutup dia.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Semen Padang vs PSPS Pekanbaru: Kabau Sirah Incar 3 Poin, Askar Bertuah Siap Bikin Kejutan!
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Prediksi Skor Kosovo vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Skor Azerbaijan vs Lituania di Liga Nations UEFA: Milli Komanda Diprediksi Kembali Tertahan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022