Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 20 Mei 2022 | 00.22 WIB

Sahamnya Bergejolak, Unilever Jelaskan Isu PHK Karyawan

Ilustrasi logo Unilever - Image

Ilustrasi logo Unilever

JawaPos.com - PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) terus memonitor secara intensif sentimen pelaku pasar modal terhadap pergerakan harga saham Unilever Indonesia, sejalan dengan perkembangan kinerja perseroan di setiap periode. Terdapat sentimen positif para pelaku pasar modal yang merefleksikan kinerja perseroan pada kuartal I-2022.

"Hasil kuartal 1 tersebut mulai menunjukkan bahwa lima strategi prioritas kami tepat sasaran, sehingga kami percaya bahwa Perusahaan telah berada di jalur yang benar untuk membangun pertumbuhan bisnis yang lebih cepat dan berkelanjutan,” ujar Coorporate Secretary Reski Damayanti dalam keterangannya, Kamis (19/5).

Peningkatan harga komoditas dan pemulihan daya beli masyarakat menjadi tantangan utama bagi perseroan untuk terus kreatif dan efisien dalam menjawab kebutuhan pasar.

“Unilever, sebagai emiten akan tetap berusaha kompetitif, dan senantiasa menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan di tengah persaingan yang sangat ketat,” tuturnya.

Ia juga menyampaikan, terkait dengan rumor PHK massal yang saat ini merebak di media sosial, Reski menyatakan bahwa manajemen dan perusahaan selalu menghormati aspirasi karyawan dari berbagai platform resmi yang ditujukan untuk menyampaikan aspirasi serta berdialog secara konstruktif.

Ke depannya perseroan berharap proses transisi dapat berjalan dengan lancar, bagi kebaikan semua dan sesuai dengan peraturan yang berlaku di Indonesia. Namun disaat sama, manajemen menyesalkan pemberitaan yang bersifat pembelokan fakta dan tidak akurat.

“Terkait pemberitaan yang menyebutkan bahwa perusahaan kembali melakukan PHK kembali pada 65 karyawan, kami sampaikan bahwa informasi tersebut tidak benar dan menyesatkan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, pada awal April 2022 perusahaan melakukan penyesuaian pada unit-unit spesifik yang telah berakhir masa operasionalnya. Jumlah karyawan yang terdampak penyesuaian operasional ini adalah 161 karyawan, tidak ada penambahan.

Dari jumlah tersebut, mayoritas karyawan terdampak, yakni 96 orang telah menandatangani persetujuan untuk menerima paket pesangon yang disiapkan, sementara 65 karyawan lainnya memutuskan belum menerima. Pesangon yang ditawarkan Perusahaan memiliki nilai yang melebihi standar kewajiban yang ditetapkan undang-undang.

Perseroan juga memberikan berbagai dukungan lain, seperti insentif tambahan, pelatihan dan serangkaian paket manfaat yang akan mendukung kesiapan karyawan terdampak agar dapat tetap produktif pasca menyelesaikan masa kerja perusahaan.

"Bagi Perusahaan, ini bukan keputusan yang mudah. Namun untuk dapat bertahan di tengah situasi yang terus berubah, dan agar dapat tetap relevan di masa depan (future-fit) kami perlu secara berkesinambungan melakukan transformasi pada keseluruhan rantai operasi bisnis Perusahaan,” tutup dia.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore