Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 2 Oktober 2020 | 12.05 WIB

Universitas Trilogi Gelar Refleksi Hari Kesaktian Pancasila

Pengerajin mengecat miniatur burung garuda di Kawasan Halim, Jakarta, Jumat (9/8/2019). Jelang HUT Kemerdekaan RI ke-74 jumlah pesanan Patung burung garuda pancasila naik hingga 25 persen,  Patung tersebut dijual dengan harga Rp50 ribu - Rp1,5 juta tergan - Image

Pengerajin mengecat miniatur burung garuda di Kawasan Halim, Jakarta, Jumat (9/8/2019). Jelang HUT Kemerdekaan RI ke-74 jumlah pesanan Patung burung garuda pancasila naik hingga 25 persen, Patung tersebut dijual dengan harga Rp50 ribu - Rp1,5 juta tergan

JawaPos.com - Universitas Trilogi menggelar Webinar bertemakan, Refleksi Hari Kesaktian Pancasila dalam Menghadapi Ancaman terhadap Kedaulatan Nasional di tengah Situasi Pandemi Covid-19. Acara dibuka oleh Rektor Universitas Trilogi, Prof. Mudrajad Kuncoro.

"Saat ini muncul bermacam tantangan yang sedang dihadapi Indonesia hari ini, mulai dari krisis Covid-19 dan ancaman krisis ekonomi yang menyertainya," ujar Mudrajad dalam keterangan tertulisnya pada JawaPos.com, Kamis (1/10).

Webinar yang dimoderatori oleh Dosen Agribisnis Universitas Trilogi, Yodfiatfinda, itu dihadiri oleh sekitar 400 hadirin yang terdiri dari siswa SMA, mahasiswa, dan masyarakat umum. Tujuannya untuk menyemai kesadaran Pancasila bagi masyarakat, terutama dalam situasi pandemi Covid-19.

Selain itu, Mudrajad juga memberikan saran strategi yang bisa dilakukan dalam menghadapi ancaman-ancaman tersebut, sekaligus soal menegaskan kembali makna kemerdekaan yang sesungguhnya, serta cara menyikapi krisis demi kedaulatan bangsa.




Untuk menjawab pembukaan dari Prof. Mudrajad, Mayjen TNI Purn. Samsudin, sebagai narasumber pertama, menyampaikan pengamatannya mengenai penerapan Pancasila secara rasional dalam keadaan krisis.

Pemaparannya tersebut didasarkan pada pengalamannya sebagai mantan anggota Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD) yang mengalami langsung Peristiwa G-30S PKI.

Selain Samsudin, hadir juga pembicara lainnya yakni Prof. Cecep Darmawan memberikan refleksinya terhadap penyemaian kesadaran Pancasila. Ia menekankan pentingnya menurunkan ideologi Pancasila ke dalam instrumen praktis untuk keseharian, bukan sekadar bahan ajar yang teoritik agar Pancasila dipahami sebagai sebuah kesadaran.

"Jangan sekedar menjadi bacaan atau hafalan, tapi juga harus diwujudkan dalam prilaku keseharian," ujar Cecep.

Sementara itu, perwakilan pengurus Yayasan Pengembangan Pendidikan Indonesia Jakarta (YPPIJ), Dr. Arissetyanto Nugroho, menegaskan bahwa Hari Kesaktian Pancasila hendaknya dijadikan momentum untuk menghayati kembali Pancasila sebagai falsafah hidup bangsa Indonesia.

“Di era pandemi Covid-19, kita harus berhati-hati dalam memilih negara mitra produsen vaksin Covid-19, karena ini berkaitan dengan ketahanan ideologi kita sebagai bangsa. Dengan ideologi Pancasila yang kuat, maka Indonesia akan mampu menjadi negara unggul dan berperadaban maju di dunia," tukasnya.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore