
Sekretaris Utama BNP2TKI Tatang Rajak menyebut para TKI kesulitan menyalurkan hak pilihnya.
JawaPos.com - Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) menyebut ada 1.835.909 warga negara Indonesia (WNI) di luar negeri yang menjadi daftar pemilih tetap (DPT) pada Pemilu 2019. Jumlah itu sudah termasuk para TKI yang bekerja di berbagai negara.
Sekretaris Utama BNP2TKI Tatang Rajak mengatakan, berdasarkan pengalamannya menjadi Duta Besar Kuwait, tidak sampai sebagian diaspora yang menggunakan hak pilihnya. Terutama para TKI yang bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART). Mereka kesulitan dapat izin dari majikannya.
“Biasanya TK domestik, pembantu rumah tangga itu mayoritas tidak diizinkan majikan memberikan hak suaranya. Bahkan, ini menjadi kesulitan bagi panitia pemilihan luar negeri itu, even kita mengirim per pos saja, apalagi di Timur Tengah, karena kan PO BOX tidak ada alamatnya. Nah itu, nanti dilihat sama majikannya kertas suara itu dibuang,” ujarnya dalam pertemuan media yang digelar di kawasan Cibubur, Jakarta Timur, Kamis (4/4).
Menurutnya, kebanyakan ART di luar negeri tidak diperbolehkan keluar rumah oleh majikan. Tak hanya untuk menggunakan hak politiknya, melainkan juga hak sosialnya.
Selama ini, TKI yang turut meramaikan pesta demokrasi berasal dari kalangan profesional, formal, pelajar, dan keluarga. Dia memperkirakan, hak pilih di luar negeri hanya terpenuhi 25 persen.
“Kalau sebagian besar yang memberikan hak suara itu TK profesional dan formal. Itu pengalaman kami di luar negeri selama Pemilu, dari DPT sekalipun itu 800 ribu, yang memenuhi hak suara itu cuma 200 ribu,” papar Tatang.
Meski demikian, pihaknya memastikan akan berusaha memperbaiki persoalan tersebut. Misalnya, dengan mempermudah syarat data dalam pemilihan sehingga diaspora tidak lagi kesulitan.
“Jadi (mempermudah DPT dari) profesional, formal, para diploma, pelajar, independen keluarga. Pembantu boleh dimasukkan tapi yang bisa komunikasi," jelas dia.
"Kalau tidak ya sudahlah. Karena anggaran dihitung per kepala, sangat tidak bijak ketika ada 1 juta (DPT), nanti dikali sekian ratus ribu, wah sudah sekian miliar. Padahal realitanya hanya 25 persen (yang memilih). Makanya saya nggak mau, karena nanti akan jadi peluang yang tidak baik,” pungkasnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
