JawaPos.com - Chandra Wahyudi selaku Direktur Operasional Persebaya Surabaya berpendapat jika penyelenggaraan Piala Dunia U-17 merupakan momen yang yang pas untuk belajar bagi para pemangku kepentingan sepakbola Indonesia.
Chandra mengatakan jika Piala Dunia U-17 merupakan kesempatan bagi Indonesia untuk melihat pagelaran sepakbola kelas dunia, meskipun kompetisi ini merupakan level terendah dari turnamen yang digelar oleh FIFA.
Kemudian ia menyampaikan sejumlah catatan terkait manajemen pengaturan penonton dan lain-lain yang sempat muncul di awal penyelenggaraan merupakan hal yang wajar.
Baca Juga: Pemkot Surabaya Beri Bantuan Seluruh Korban Kecelakaan Minibus Elf yang Tertabrak KA Probowangi di Lumajang"Menurut saya itu wajar karena sudah lama tidak menghelat event dunia dan ketika dilaksanakan akan ada beberapa kegagapan," ujar Chandra Wahyudi seperti yang dilansir dari
Antara, Senin (20/11).
Akan tetapi, menurutnya jika hal tersebut bisa saja menjadi media pembelajaran bagi semua pemangku kepentingan sepakbola di Indonesia.
Tambahnya, ia mengaku saat mengetahui Surabaya menjadi salah satu kota penyelenggara, dirinya masih keheranan dengan gegap gempita yang dirasakan oleh orang-orang yang tidak berkepentingan di sepakbola masih kurang antusias.
"Tetapi saat saya tahu Surabaya menjadi salah satu penyelenggara, saya masih heran mengapa gegap gempita yang dirasakan oleh orang-orang yang tidak berkecimpung di sepak bola masih kurang," tutur Chandra.
Baca Juga: Seorang Pemilik Restoran Ditangkap karena Menembak Remaja yang Mencoba Mencuri Uang Tip di Dalam ToplesLebih lanjut, dirinya juga tidak sepakat dengan adanya sistem shuttle bus yang dirasa belum maksimal untuk meminimalisir kepadatan penonton di sekitar stadion.
Ia berpendapat bahwa infrastruktur di Stadion Gelora Bung Tomo sudah memadai seperti adanya tiga akses yang bisa dijangkau, salah satunya akses ke jalan Tol serta fasilitas lahan parkir yang luas.
"Padahal infrastruktur Stadion GBT menurut saya memadai, terlebih lagi ada tiga akses yang bisa dijangkau, salah satunya akses ke tol dan lahan parkir yang begitu luas," katanya.
"Saya rasa tidak memakai shuttle bus juga masih bisa," tambahnya.
Akan tetapi dirinya tidak menyangkal bahwa berlangsungnya Piala Dunia U-17 di Indonesia akan menjadi ajang pembelajaran terbaik bagi dunia sepakbola yang ada di Negara Kesatuan Republik Indonesia kedepannya.
Baca Juga: XForce Mulai Didistribusikan, Mitsubishi Srikandi Serahkan 30 Unit ke KonsumenMantan manajer Persebaya ini mengungkapkan jika pagelaran Piala Dunia U-17 bisa untuk dimanfaatkan oleh para pelatih klub-klub yang mempunyai pemain muda bahkan bagi para pelatih Sekolah Sepak Bola (SSB) yang akan mengajak anak asuhnya melihat langsung pertandingan kelas dunia.
Sambungnya, bahwa para pelatih di Indonesia bisa juga memberikan motivasi bagi anak didiknya untuk berlatih secara giat agar bisa bermain di Piala Dunia di masa yang akan datang.
"Para pelatih ini juga dapat memberikan motivasi bagi anak didiknya, jika mereka berlatih giat makan akan bisa bermain di Piala dunia kelak, meskipun yang dilihat hanya timnas U-17," terangnya.