
Indra Sjafri (kanan) dan pundit Tio Prasetyo Utomo di acara nobar semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris vs Argentina. (Istimewa)
JawaPos.com - Laga tensi tinggi semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris melawan Argentina memancing beragam komentar dan opini dari para pecinta sepak bola maupun praktisi. Eks pelatih Timnas U-22 Indonesia Indra Sjafri ikut berkomentar soal laga panas yang akhirnya dimenangkan Argentina dengan skor 2-1 tersebut.
Indra menilai, comeback Argentina yang lebih dulu tertinggal 0-1 sebelum kemudian membalikkan keadaan lewat tendangan jarak jauh Enzo Fernandez dan tandukan Lautaro Martinez itu tak lepas dari mental para penggawa Tim Tango yang dimotori Lionel Messi.
Indra mengaku, ia sudah memprediksi ketika Inggris unggul akan bermain bertahan dan lebih banyak menunggu. “Dan itu terbukti. Sayang taktik defending untuk counter-nya yang kurang,” akunya saat diwawancarai usai acara nonton bareng di Bar 30, Hotel Le Meridien, Jakarta, Kamis (16/7) dini hari.
Argentina, kata Indra, bisa memanfaatkan lebar lapangan dengan menjalankan sirkulasi bola dan bermain sabar. Semuanya berkat peran Messi yang membukukan dua assist bagi dua biji gol Albiceleste.
“Kombinasi bola-bola crossing dan paling terlihat sekali peran dari Messi. Kalau orang main compact defense, pemain seperti Messi ini sangat dibutuhkan dan menjadi solusi. Saya pikir Inggris sudah menganalisa kelebihan Argentina. Cuma Argentina lebih tenang karena dia punya satu solusi namanya Messi,” ucapnya.
Hasil ini membuat Argentina bakal menantang Spanyol di babak final yang sebelumnya sudah mengunci tiket lebih dulu usai menaklukkan Prancis 2-0. Indra menilai duel kedua tim bakal seru.
“Saya dari dulu suka Spanyol karena Barcelona. Piala Dunia tahun ini sebenarnya saya berharap Prancis (ke final), tapi Prancis bermain di bawah performa ya,” sebutnya.
Sementara itu, pundit Tio Prasetyo Utomo yang juga berada di lokasi menilai bahwa Thomas Tuchel selaku pelatih Inggris melakukan kesalahan fatal saat menarik Declan Rice untuk memasukkan Nico O’Reilly di menit ke-83.
Menurutnya, ketika lagi di press tinggi, pemain tengah seperti Declan bisa menjadi penyeimbang. “Ya memang niatnya mau bertahan. Tapi ini bukan Mexico. Ketika lawan Mexico itu berhasil. Ini Argentina dan mereka berhasil mencetak gol,” keluhnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Al-Hilal vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: The Blue Waves Amankan 3 Poin di Kandang!
Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Profil Matheus Lagoa! Legenda dan Kapten Anapolis, Puzzle Terakhir Persebaya Surabaya
Prediksi Skor West Ham vs Wolverhampton, Kemenangan Perdana atau Lanjutkan Tren Positif
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
Breaking News! Persebaya Surabaya Rekrut Kapten Anapolis FC Matheus Lagoa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
