
Photo
JawaPos.com - Jumlah kecurangan saat pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tingkat SMP tahun ini menurun. Tahun ini Kemendikbud menerima 86 laporan kecurangan. Sementara itu, tahun lalu Kemendikbud mengidentifikasi 57 kecurangan selama UNBK SMP.
Di antara laporan yang masuk tahun ini, 55 laporan diidentifikasi sebagai kecurangan. Sementara itu, 31 laporan terbukti bukan termasuk bentuk kecurangan.
Irjen Kemendikbud Muchlis R. Luddin menegaskan bahwa tahun ini tidak ada kasus kebocoran soal. Kecurangan dilakukan siswa maupun guru saat UNBK berlangsung. Soal ujian tidak dikerjakan sebagaimana mestinya atau mendapat bantuan dari pihak ketiga. ''Dari 55 (laporan) itu, tiga siswa di antaranya melanggar dua mata pelajaran sekaligus,'' katanya.
Tiga siswa tersebut berasal dari sekolah berbeda. Seorang siswa dari Jakarta Timur dinyatakan curang pada mata pelajaran bahasa Indonesia dan matematika. Lalu, seorang siswa dari Sidoarjo dinyatakan curang saat ujian pelajaran bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Terakhir, siswa di Bekasi dinyatakan curang pada pelajaran matematika dan IPA.
UNBK Tingkat SMP - Dery Ridwansah (3)
Siswa SMP saat mengikuti UNBK beberapa waktu lalu. Kemendikbud memberi sanksi untuk 126 siswa karena curang saat mengikuti UNBK. Mereka dikasih nilai nol. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
Muchlis menjelaskan, kecurangan tertinggi terjadi di Jatim, yakni 28 siswa. Diikuti Jawa Barat 11 siswa. Berdasar temuan itjen, ada satu kecurangan yang cukup menonjol di Sidoarjo. Di satu MTs, guru sekolah terbukti membantu siswa untuk mengisi soal UNBK. Caranya, menyambungkan komputer di ruangan ujian ke komputer di ruangan sebelah dengan menggunakan pengendali jarak jauh. Seolah-olah siswa yang mengerjakan ujian, padahal soal-soal dikerjakan guru di ruangan sebelah. Muchlis menduga hal tersebut dipersiapkan sejak lama.
Muchlis belum memutuskan sanksi yang diberikan kepada para guru di sekolah tersebut. "Kami selesaikan dulu saja serangkaian UNBK ini sampai PPDB nanti," tegasnya.
Sementara itu, Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Bambang Suryadi menyatakan sudah menyiapkan sanksi bagi siswa yang terbukti melakukan kecurangan. Kemendikbud akan memberi mereka nilai nol pada mata pelajaran yang terbukti curang. Itu merupakan kali pertama Kemendikbud memutuskan untuk memberikan nilai nol kepada siswa yang terbukti curang.
Siswa yang terbukti bersalah tersebut akan mendapat kesempatan kedua. Kemendikbud memang tidak mengadakan UN perbaikan. Namun, mereka memberikan ujian ulangan kepada siswa yang terbukti curang. Ujian tersebut dilaksanakan setelah Hari Raya Idul Fitri, tepatnya pada 12 Juni. ''Tapi, bagi siswa yang tidak bersedia untuk ikut, nilainya tentu saja tidak akan kami ubah alias tetap nol,'' tegas Bambang.
Ujian ulangan tersebut tidak sama dengan UNBK reguler. Pesertanya tidak bisa mendapatkan hasil nilai 100 persen. Peserta ujian hanya akan mendapatkan nilai maksimal 80 persen. Hal itu merupakan salah satu bentuk sanksi edukatif dari Kemendikbud. Sertifikat hasil ujian nasional mereka juga akan ditangguhkan.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
