Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 14 April 2018 | 05.01 WIB

Materi Soal Matematika Jadi Persoalan UNBK, Ini Penjelasan Mendikbud

Mendikbud Muhadjir Effendy menilai banyaknya keluhan materi soal matematika salah satuya karena penerapan HOTS. - Image

Mendikbud Muhadjir Effendy menilai banyaknya keluhan materi soal matematika salah satuya karena penerapan HOTS.


JawaPos.com - Materi soal Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) SMA mata pelajaran matematika banyak dikeluhkan para siswa peserta ujian. Pasalnya, soal tersebut dinilai sulit dan tidak sesuai kisi-kisi yang diajarkan.


Menanggapi hal itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menilai, banyak siswa dinilai tidak siap dengan peningkatan standar soal UNBK. Sehingga, hal tersebut yang dirasa sulit oleh siswa.


"Siswanya banyak tidak siap, dianggap soal ujian nasional sama dengan tahun-tahun lalu, multiple choice menggunakan level tiga. Padahal sekarang sudah beranjak ke level HOTS (higher order thinking skill)," ujar Muhadjir di Istana Wakil Presiden Jakarta, Jumat (13/4).


Dalam penyampaian hal tersebut, Muhadjir menjelaskan, sebetulnya materi pembelajaran dan kisi-kisi dimulai sejak penerapan standar HOTS di pusat, lalu baru disampaikan kepada sekolah-sekolah.


Selanjutnya di tingkat sekolah, lanjut Muhadjir, guru-guru diharapkan dapat memahami dan mendalami materi berstandar nasional tersebut untuk kemudian disampaikan di dalam kelas.


Selain itu, menurutnya, kemampuan guru dalam mendalami materilah yang menjadi kunci dari tepat atau tidaknya penyampaian materi pembelajaran kepada siswa. 


"Banyak sekolah belum sinkron antara kemampuan guru dan standar nasional, termasuk dengan kisi-kisi yang kami turunkan. Sebenarnya jauh-jauh hari kami turunkan ke sekolah-sekolah untuk didiskusikan, dimatangkan, melalui MGMP masing-masing," terangnya.


Muhadjir juga menerangkan, salah satu faktor siswa merasa kesulitan karena ternyata HOTS mulai diterapkan di soal ujian UNBK.


"Sekarang ini banyak yang mengeluh 'kok semakin sulit', mohon dimaklumi memang sekitar 20 persen dari soal itu sudah diterapkan HOTS," tandasnya.


Dalam pelaksanaan, Muhadjir memang melihat sudah berjalan baik dan lancar. Walaupun, tidak lepas dari beberapa kendala Klasik dalam UNBK. Seperti, gangguan listrik dan persoalan ketersambungan jaringan.


"Pertama itu masalah listrik, yang kedua masalah jaringan. Dan sekarang ini sudah kami minimalisir efek negatif dari faktor-faktor itu. Sudah kami hitung kemungkinan-kemungkinan (masalah) itu akan terjadi," pungkasnya.


Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore