
CERIA: Dari kiri, Aufa (kiri) bersama Clarisa Aura dan Aura Zarfa bermain papan pasak.
JawaPos.com – Mampu memecahkan masalah perlu dibiasakan sejak dini. Agar lebih menyenangkan, materi tersebut bisa dipelajari sambil bermain. Salah satunya menggunakan papan pasak.
Permainan itu menggunakan papan kayu berukuran 20 x 20 sentimeter. Terdapat 25 lubang berdiameter 1 sentimeter. Ada pasak kecil warna-warni yang diletakkan di dalam lubang. ”Banyak cara untuk memainkannya,” kata Tiwik, guru TK Persatuan Istri Karyawan Petrokimia Gresik (PIK PG) Pongangan, Senin (20/2).
Anak-anak, lanjut dia, harus bisa memasukkan pasak ke dalam lubang. Warna pada satu baris pasak yang ditata harus seragam. Tinggi pasak juga harus sejajar. ”Kalau kuning, ya harus kuning semua dan sama tinggi,” jelasnya. Bentuk yang seragam bisa menjadi pola. Bisa segi tiga atau persegi. Anak-anak harus bisa mengaitkan pola yang terbentuk dari warna pasak. Dengan begitu, anak tidak hanya mengenal ukuran tinggi rendah, tapi juga berbagai bentuk yang berbeda.
Menurut Tiwik, permainan tersebut sangat bagus untuk kognitif anak. Terutama untuk melatih logika. ”Permainan itu diberikan untuk persiapan baca tulis berhitung (calistung, Red),” terangnya.
Yang tidak kalah penting, permainan papan pasak juga melatih anak untuk memecahkan masalah. Setiap pasak yang berbeda warna dan ukuran harus disusun rapi. ”Otak harus bisa berpikir cepat untuk menyusun pasak tanpa salah,” tuturnya.
Kepala TK PIK PG Makrifa menambahkan, permainan tersebut idealnya diberikan sejak usia 3–4 tahun. Pada usia itu, otak anak sedang berkembang pesat. Tahap pembelajaran anak idealnya dimulai dengan pengenalan benda fisik, lalu teori. Misalnya, pasak. Kayu kecil berbentuk tabung merupakan benda. ”Sementara itu, tinggi maupun warna merupakan teori yang melekat pada benda,” lanjutnya.
Perempuan asal Dawar tersebut mengungkapkan, pembelajaran untuk anak sebaiknya dilakukan sambil bermain, tapi tidak asal bermain. ”Permainan yang diberikan harus menjadi alat yang menunjang perkembangan otak anak,” tambahnya. (adi/c16/ai/sep/JPG)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
