Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 20 Februari 2017 | 04.02 WIB

Bravery Survival dengan Jelajahi Hutan Mangrove

TETAP SEMANGAT: Siswa SMP SAIM Fannysha Editya Az Zahra Putri (bertopi) menyelesaikan tugas dari posII jelajah rawa di Hutan Mangrove Wonorejo. - Image

TETAP SEMANGAT: Siswa SMP SAIM Fannysha Editya Az Zahra Putri (bertopi) menyelesaikan tugas dari posII jelajah rawa di Hutan Mangrove Wonorejo.

JawaPos.com – Kawasan Hutan Mangrove Wonorejo menjadi ”alam liar” yang harus dijelajahi para siswa SMP Sekolah Alam Insan Mulia (SAIM) Sabtu (18/2). Tidak hanya area wisata, rawa-rawa yang jarang terjamah turis juga dieksplorasi. Hal itu dilakukan untuk memenuhi kegiatan Bravery Survival (BS) di sekolah tersebut.


Sebanyak 51 siswa kelas VII mengikuti kegiatan itu. Mereka dibagi menjadi sembilan kelompok. Masing-masing kelompok berisi 5–6 anak. Mereka diberi tugas yang harus diselesaikan di lima pos utama. Sejak pukul 06.30–13.00, mereka menjalani kegiatan jelajah alam tersebut.


Pos pertama adalah pengetahuan tentang mangrove. Termasuk observasi dan segala jenis tanamannya. Pos kedua berupa jelajah rawa. Di pos ketiga, ada permainan dan pos empat mengukur pH air. Di pos kelima, mereka menanam mangrove bersama.


Adhimas Aryasatya Riswinanda, salah seorang ketua tim, mengaku senang mengikuti kegiatan BS. Dia banyak belajar tentang segala jenis mangrove. ”Ternyata, di sini, jenisnya banyak,” kata bocah 12 tahun itu.


Dhimas juga belajar tentang cara perawatan mangrove. Salah satunya tidak boleh menginjak akar supaya tanaman tetap hidup. Selain itu, dia ikut berbasah-basahan menanam mangrove di area sekitar dermaga pantai. Sebelumnya, tubuh siswa kelas VII tersebut dipenuhi lumpur karena harus menyeberangi rawa.


Meski demikian, ada hal yang lebih penting yang dipelajari Dhimas. Dari kegiatan BS, dia mengaku lebih banyak belajar tentang saling membantu antarteman, kerja sama, dan tidak mementingkan diri sendiri. ”Tadi kalau ada teman yang kesulitan, ya harus dibantu,” tuturnya.


Dalam kegiatan BS, SAIM sengaja mencampur antara siswa reguler dan berkebutuhan khusus. Meski demikian, tidak ada kendala yang berarti dalam pelaksanaannya. Justru, siswa reguler sukarela membantu teman-temannya. ”Bahkan, ada yang memandikan temannya tadi,” ujar Ustad Feri Oktafia Nada, koordinator BS SAIM.


BS SAIM rutin menanam mangrove. Setiap tahun, mereka memiliki dua agenda besar. Pada semester ganjil, mereka naik gunung. Sementara itu, pada semester genap, ada penanaman mangrove. Kemarin anak-anak didampingi 15 guru.



BS di SAIM menggabungkan tiga kegiatan sekaligus. Yakni, Pramuka, palang merah remaja (PMR), dan pencinta alam (PA). Sebelum menjelajah alam, anak-anak diberi bekal. ”Kami juga memiliki kegiatan setiap pekan untuk pelatihan seperti Pramuka,” terangnya. (ant/c16/nda/sep/JPG)

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore