
Seorang siswa merapihkan kamar di mess putra di Sekolah Rakyat dan Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL), Jakarta, Rabu (09/07/2025). (Hanung Hambatan/Jawa Pos)
JawaPos.com – Penyelenggaraan Sekolah Rakyat resmi dimulai hari ini, Senin (13/7). Sekolah untuk anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem ini dibuka di 63 titik di seluruh Indonesia.
Sebelum dimulai, Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo pun telah melakukan safari ke sejumlah titik Sekolah Rakyat untuk memastikan persiapan pembukaan pada hari ini.
Gus Ipul sempat mengunjungi Sekolah Rakyat Menengah Pertama 8 Abiyoso Cimahi pada akhir pekan lalu untuk mengecek persiapan masa orientasi pada Senin, 14 Juli 2025.
“Masa orientasi akan digelar serentak di 63 titik dan 37 titik berikutnya menyusul pada akhir bulan,” ujarnya, dikutip Senin (14/7). Ia memastikan kepala sekolah, guru, hingga siswa sudah siap di 63 titik ini sudah siap.
Terkait Sekolah Rakyat Menengah Pertama 8 Abiyoso Cimahi, ia mengungkapkan bahwa gedung yang ditempati hanya sementara hingga satu tahun ke depan. Sebab, nantinya di Kabupaten Cimahi akan dibangun gedung Sekolah Rakyat yang permanen.
Untuk diketahui, Sekolah Rakyat Menengah Pertama 8 Abiyoso Cimahi memiliki jumlah siswa sebanyak 100 anak yang terbagi dalam 4 rombongan belajar. Rinciannya terdiri dari 50 anak laki dan 50 anak perempuan.
Mantan Wakil Gubernur Jawa Timur ini juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini masih ada anak-anak dari keluarga yang belum beruntung yang putus atau bahkan belum pernah bersekolah.
Berdasarkan data BPS Susenas Maret 2024, terdapat 4.160.429 anak usia sekolah (7,63 persen) yang tidak atau belum pernah sekolah dan tidak sekolah lagi.
Selain itu, 74,51 persen kepala rumah tangga miskin ekstrem hanya berpendidikan SD ke bawah, menunjukkan kuatnya transmisi kemiskinan akibat rendahnya pendidikan orang tua.
Sehingga, Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan agar mereka bisa sekolah di tempat berkualitas.
Sementara itu, Wamensos Agus Jabo juga telah resmi menutup kegiatan pembekalan bagi guru dan tenaga pendidik Sekolah Rakyat yang telah dilaksanakan secara daring sejak 10-12 Juli 2025.
Pembekalan intensif ini diikuti oleh 1.569 guru dan tenaga pendidik dari berbagai wilayah Indonesia.
Selama tiga hari, peserta menerima materi terkait kurikulum Sekolah Rakyat, pendidikan inklusif dan ramah anak, pendekatan berbasis hak asasi manusia, serta pengenalan metode talent mapping yang relevan dengan karakter dan kebutuhan siswa.
Wamensos menekankan, guru Sekolah Rakyat tidak hanya dituntut menguasai materi ajar, tetapi juga memiliki empati mendalam terhadap siswa yang berasal dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Termasuk mereka yang berada dalam situasi telantar, tidak memiliki pengasuh, dan sangat rentan secara sosial. Ia juga mengingatkan pentingnya membangun relasi emosional dengan siswa dan keluarga.

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
