Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 18 Agustus 2021 | 12.07 WIB

IYCN Soroti Perkembangan Kualitas SDM di Tengah Pandemi Covid-19

Wisuda Drive Thru : Sejumlah mahasiswa mengantre menggunakan kendaraannya saat wisuda drive thru dilobi rektorat yang dilakukan di Universitas Lancang Kuning Pekanbaru, Rabu (5/8/2020). Wisudah Drive Thru ini berlangsung selama tiga hari dengan dibagi dua - Image

Wisuda Drive Thru : Sejumlah mahasiswa mengantre menggunakan kendaraannya saat wisuda drive thru dilobi rektorat yang dilakukan di Universitas Lancang Kuning Pekanbaru, Rabu (5/8/2020). Wisudah Drive Thru ini berlangsung selama tiga hari dengan dibagi dua

JawaPos.com - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Indonesian Youth Community Network (Sekjend IYCN) Muhammd Fadli Hanafi mengatakan, dalam UUD 1945, setidaknya terdapat empat aspek yang merupakan cita-cita Bangsa Indonesia. Kemempat hal itu seharusnya menjadi dasar bagi pemerintah dalam menyejahterakan masyarakataya.

Empat aspek itu antara lain, mencakup melindungi segenap Bangsa Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan berbangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia. Menurut Fadli, dari keempat hal tersebut, satu di antaranya memegang peranan penting dari sisi keberlanjutan (sustainability) sebuah bangsa yaitu mencerdaskan kehidupan berbangsa.

"Jika merujuk kepada indikator tersebut, sudah sampai di manakah posisi kita untuk mewujudkan cita-cita sebuah bangsa merdeka?" taya Fadli.

Apalagi, lanjut Fadli, Indonesia hingga saat ini masih masuk dalam kategori negara menengah, yang kini mengalami penurunan kelas dari menengah atas (upper-middle) menjadi menengah bawah (lower-middle) dikarenakan pandemi Covid-19. Selain itu, berdasar data Kemenko Perekonomian, 2021, pendapatan per kapita Indonesia adalah sebesar USD 3.870 pada periode 2020, dari yang sebelumnya sebesar USD 4.050 di periode 2019.

Untuk itu, dengan kualitas kinerja ekonomi yang ada saat ini, maka sejauh mana kualitas sumber daya manusia Indonesia hingga saat ini? Data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun, namun peningkatan ini kian melambat sejak tahun 2015.

"Berbagai macam penyebab, mencakup kompetensi yang tidak mencukupi, hingga tidak sesuainya kompetensi yang dimiliki dengan kebutuhan industri. Konsekuensinya adalah sebagian besar dari mereka akhirnya masuk ke sektor UMKM dan menjadi kontributor terbesar dalam struktur ekonomi Indonesia. Inilah refleksi dari kualitas sumber daya manusia kita dan implikasinya terhadap kinerja maupun struktur ekonomi Indonesia," katanya.

Karena itu, kata Fadli, ekspektasi kualitas sumber daya manusia harus didasarkan pada kompetensi berbasis digital dan inovatif (terlepas dari apapun bidang ilmu yang ditekuni). Hal ini dikarenakan sebentar lagi Indonesia dan negaranegara lain akan menyongsong Society 5.0, di mana dinamika ekonomi dan sosial akan sangat tinggi.

Selain soal SDM juga, tak kalah penting adalah soal investasi dan akses seluas-luasnya kepada pendidikan yang berkualitas dalam jangka panjang, tidak hanya pada infrastruktur fisik, yang juga belum tentu bisa menghasilkan arus kas (cash flow) yang cukup untuk menanggung beban negara (dalam bentuk utang) di masa mendatang.

"Harus ada peningkatan akses dan fasilitas memadai bagi usaha kecil menengah (UMKM) sebagai kontributor utama dalam perekonomian Indonesia, dikarenakan kita tidak hanya berbicara mengenai pertumbuhan ekonomi yang cepat atau tinggi, namun juga berkelanjutan (sustainable)," ujarnya.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore