
Siswa Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Al-Mardhiyah melakukan pembelajaran jarak jauh dengan sistem Dalam Jaringan (Daring) dari rumah di Perumahan Villa Naira di Bekasi, Jawa Barat, Jumat (17/7/2020). Sekolah dengan tetap menerapkan sistem PJJ di awal
JawaPos.com – Ada sebanyak 68 juta peserta didik dan 4 juta pendidik terdampak akibat pandemi Covid-19. Untuk itu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pun memberikan bantuan kuota gratis kepada siswa, guru, mahasiswa dan dosen untuk mendukung pembelajaran jarak jauh (PJJ).
Akan tetapi dari total 72 juta peserta didik dan pendidik tersebut, yang baru mendapat kiriman kuota untuk bulan ini baru berjumlah 36,9 juta. Dengan rincian tahap pertama sebesar 9,6 juta dan tahap kedua 27,3 juta.
Mengenai baru sekitar 50 persen dari total yang tersalurkan, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) Kemendikbud Hasan Chabibie menuturkan alasannya, salah satunya terkait dengan prinsip kehati-hatian yang dilakukan.
"Masih tingginya disparitas, kami dipesankan untuk berhati-hati untuk penerima bantuan pulsa, urusan telko ini kan banyak variannya dan kami diminta betul yang kami jaga betul kalau nomor itu benar," terang dia pada Bincang Pendidikan dan Kebudayaan secara virtual, Selasa (29/9).
Kemudian, kemungkinan lain yang terjadi adalah satuan pendidikan yang belum mengisi Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) atau sudah mengisi tapi syaratnya masih belum dipenuhi, seperti tidak bermaterai atau belum ditandatangani.
"Kami masih mengecek satu-satu secara manual, artinya dalam SPTJM yang ditandatangani itu harus dilampiri materai dan tandatangan, sebagai sebuah bentuk pertanggungjawaban itu. Kami bisa pastikan 27 juta itu valid. Kalau ada yg belum masuk ada kemungkinan SPTJM belum selesai, input data belum tuntas," imbuhnya.
Kemungkinan terakhir adalah satuan pendidikan yang merasa tidak memerlukan bantuan subsidi dan memberikannya kepada yang lebih membutuhkan. "Mereka mereasa tidak membutuhkan, kami menghotmari hak-hak itu, faktor itu yang kami dalami dan kami pastikan pendaftaran ini tidak kami tutup," tegasnya. (*)
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=y6EDmSAxs9c

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
