
Rektor Universitas Terbuka, Prof Ojat Darojat MBus PhD
JawaPos.com - Universitas Terbuka (UT) terus berupaya meningkatkan taraf pendidikan untuk para mahasiswanya. Selama ini, UT mampu memegang tanggung jawab meningkatkan jumlah angka partisipasi kasar (APK) dan meningkatkan daya jangkau layanan pendidikan tinggi baik di dalam dan luar negeri.
"UT semakin memperteguh komitmen UT sebagai pelopor perguruan tinggi jarak jauh yang mempunyai peran strategis dalam peningkatan akses pendidikan tinggi yang berkualitas di Indonesia," kata Rektor UT, Prof Ojat Darojat MBus PhD kepada JawaPos.com.
Universitas Terbuka saat ini memiliki 439.222 mahasiswa dan alumni sebanyak 2 juta orang lebih. Tidak ada lagi yang menafikan kontribusi UT dalam peningkatan SDM di Indonesia. Memasuki usianya ke-39 tahun, Universitas Terbuka terus berkomitmen dalam mewujudkan misi membuka akses pendidikan tinggi berkualitas untuk semua atau Making Higher Education Open to All.
Perluasan daya jangkau layanan menjadi perhatian utama dengan hadir melayani masyarakat di daerah terpencil dan pulau-pulau terluar, yang secara geografis sulit dijangkau dan memiliki keterbatasan akses untuk kuliah. Upaya perluasan daya jangkau sejalan dengan salah satu tagline UT yakni Menjangkau Yang Tidak Terjangkau.
Upaya ini menang memiliki tantangan dalam hal menjaga kualitas penyelenggaraan dan inovasi teknologi Pendidikan. UT yang telah memiliki keleluasaan otonomi sebagaimana tertuang dalam statuta UT PTN-BH, semakin terdorong untuk bangkit dan bergerak lebih lincah dalam meningkatkan kualitas akademik, baik secara nasional maupun internasional.
"Dalam hal ini, UT dituntut untuk mampu memperkokoh kewibawaan akademik dan harus menjadi pilar utama dalam menyesuaikan diri terhadap perkembangan zaman dan menghadapi tantangan global," imbuh Ojat.
Kewibawaan akademik UT tercermin dalam hasil karya akademik, penelitian, pengabdian masyarakat, termasuk pengembangan UT dengan sistem pembelajaran terbuka dan jarak jauh berkualitas dunia. Untuk menjaga kualitas penyelenggaran PTJJ bertaraf Internasional, UT secara berkala diulas oleh The International Council for Open and Distance Education (ICDE).
Sejak didirikan pemerintah pada 1984, UT menjadi satu-satunya perguruan tinggi negeri di Indonesia yang sejak awal menerapkan sistem Pendidikan Tinggi Terbuka dan Jarak Jauh (PTTJJ). Pada saat pendiriannya, UT mendapat tiga mandat besar.
Pertama, pemeretaan akses pendidikan tinggi bagi seluruh masyarakat Indonesia yang belum dapat diwujudkan oleh Perguruan Tinggi tatap muka atau konvensional. Kedua, pemberian kesempatan dalam memperoleh pendidikan bagi orang-orang yang sudah bekerja, termasuk para Pekerja Migran Indonesia yang tersebar di berbagai negara. Ketiga, meningkatnya jumlah lulusan SMA, sementara daya tampung perguruan tinggi tatap muka masih sangat terbatas. Oleh karena itu, UT dirancang secara khusus agar dapat menampung mahasiswa dengan model belajar jarak jauh.
"Bagaimana perkembangan UT dalam delivery PTTJJ saat ini adalah UT kini terus menerus melakukan berbagai inovasi pembelajaran jarak jauh yang fleksibel sesuai perkembangan teknologi dan informasi (IT)," jelas Ojat.
UT sebagai pemimpin PTTJJ di Indonesia, telah menerapkan sistem belajar jarak jauh dengan memanfaatkan teknologi informasi. Sistem ini tidak gampang. Datangnya pandemi Covid-19 lalu membuat UT berproses semakin matang dalam pengembangan pendidikan.
Dengan demikian UT terus memajukan pendidikan di era adaptasi kebiasaan baru (new normal). UT tetap berinovasi dalam mengembangkan kapasitas mahasiswa, mencetak berkarakter dan berdaya saing global dengan memanfaatkan teknologi yang tepat guna. UT pun mengundang penyelenggara pendidikan tinggi lain untuk bersinergi dalam mengembangkan pembelajaran secara online yang berkualitas, masif dan strategis.
UT berharap dengan peningkatan status PTN-BH bisa memberikan manfaat bagi dalam hal perluasan akses. UT berhasrat untuk terus berperan dalam peningkatan kualitas SDM di Indonesia melalui suatu Digital Learning Ecosystem (DLE).
"Tentu saja untuk mewujudkan Digital Learning Ecosystem, UT memerlukan dukungan dari berbagai pihak. Dukungan pemerintah pusat, Pemerintah Propinsi, dan Daerah serta mitra UT harus terus terjalin. Pemerataan jaringan internet, infrastruktur, serta keberadaan SDM yang berkualitas merupakan kunci utama dari misi ini," ucap Ojat.
Melalui digitalisasi, membuat UT bertransformasi menjadi perguruan tinggi yang lebih modern dan memantapkan diri sebagai cyber university. Selain penguatan digital learning ecosystem (DLE), pengembangan UT ke depan setelah PTN-BH meliputi, penguatan jati diri UT sebagai PTN-BH, penawaran program studi internasional, penawawaran progam studi yang relevan dengan pasar kerja dan perkembangan teknologi, serta passing out program studi jenuh, partisipasi dalam peningkatan pemeringkatan Times Higher Education (THE), pengembangan entitas bisnis, dan pengembangan dana abadi.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
